2019

Screen Shot 2018-12-22 at 11.45.38 AM

Dear Readers,

Tahun 2018 yang begitu keras dan brutal telah kita lalui bersama-sama. Banyak yang jatuh, menjerit dan bahkan hancur oleh tekanan tanah yang sangat tebal dan gersang pada tahun yang telah berlalu tersebut. Sebagian kecil yang mampu memanfaatkan peluang ditengah chaos telah juga menjadi pemenang diatas reruntuhan. Baik atau pun buruk, marilah kita bersukacita karena telah berhasil melewati satu tahun lagi dari siklus kehidupan ini, dan bersiap menyambut tahun baru yang menanti di depan.

Saya menggambarkan tahun 2018 sebagai kebun yang telah siap tanam, berbuah meski belum matang, namun badai diluar telah tiba, dan serangga-serangga perusak juga menggerogoti dari dalam. Pilihan yang sangat baik diambil oleh pemegang keputusan, dimana mereka bertahan pada prinsip nya, mempertaruhkan semua nya untuk tidak memanen buah yang belum matang tersebut secara premature. Menghadapi badai dan bertahan oleh rongrongan serangga secara jantan, yang meski dilalui dengan terseok-seok, babak belur, namun buah-buah yang bertahan tersebut adalah buah-buah unggulan, yang pada saat nya nanti akan memiliki kalitas nomer satu.

Tahun 2019, saya gambarkan sebagai kapal yang telah melalui daerah berbadai. Paruh pertama tahun akan dilalui dengan Nahkoda menunggu sejenak untuk memeriksa efek dari badai yang telah dibelakang, dan meneropong ke depan untuk memeriksa apakah badai telah benar berlalu. Para awak kapal juga membenahi tinag layar, jarring dan segala yang terdampak badai. Paruh kedua tahun, semua nya ternyata baik-baik saja, dan kapal besar ini siap berlayar lagi. Kali ini dengan kecepatan penuh, sebagai kompensasi tahun yang buruk dibelakang, dan penantian panjang sebelum nya. Tahun 2019, adalah awal baru untuk the next stage yang sudah kita bersama mulai dari 2014.

Tahun 2019 merupakan tahun pemilu. Maka tidak lengkap jika kita tidak melihat apa yang menjadi hasil dari pemilu di Negara ini. Satu kalimat yang dengan gamblang menjelaskan hasil pemilu ini yaitu, “Sejarah akan terulang”, kita akan melihat pengulangan pada proses demokrasi Negara ini. Dan setelah selesai hiruk pikuk itu, maka kita akan tancap gas lagi berdasarkan fondasi yang telah ada.

Pada skala global, banyak perlambatan yang terjadi pada tahun sebelum nya, upaya-upaya untuk menahan laju iklim bisnis dunia, akan telah reda. Dan sama seperti Negara ini, mesin yang telah lama dipaksa berdiam stagnan, pada akhir nya akan bergerak lagi. Harga energi turun ke level normal yang pada akhir nya akan mendukung proses industri dan distribusi. Pergerakan barang, pendistribusian dan penyebaran ide, kreasi, menjadi semakin tidak terbendung. Batasan-batasan pada dunia telekomunikasi, teknologi, akan mendorong perubahan yang bergerak semakin cepat, menuju kepada dunia tanpa batasan jarak dan waktu. Namun tahun 2019 ini lebih banyak membawa berkah pada Negara berkembang, seperti kawasan asia tenggara dan afrika. Perpindahan teknologi, investasi dan tentu nya modal, akan seperti suntikan vitamin yang menyegarkan Negara berkembang, membuat nya bisa berlari lebih kencang lagi.

Berikut adalah beberapa factor yang patut dicermati pada tahun 2019.

Global

– Perang reda, dunia bergerak maju kembali
– Lompatan pada Perkembangan teknologi, sains, dan medis
– Negara maju berjalan pelan, Negara berkembang lari kencang
– Perpindahan massive dan pergerakan yang kuat ke Negara berkembang

Politik

– Pemilu berjalan dengan sukses
– Pemenang pemilu adalah xxxxxx (Secret ☺)
– Upaya penggiringan dan pengerahan massa, tidak berlaku lagi
– Awal baru, melanjutkan pembangunan yang telah dicapai dengan lebih kencang lagi
– Masuk nya orang-orang yang lebih kompeten di pemerintahan, eksekutif maupun legislative. Sinetron dan drama politik yang terjadi selama 5 tahun kebelakang ini menciptakan masayarakat yang lebih dewasa dalam berdemokrasi, menempatkan pilihan mereka ke sosok yang lebih tepat.

Ekonomi

– Para pelaku bisnis mendapatkan gairah dan semangat baru.
– Semakin luas terbuka nya jalur distribusi baru, ke tempat-tempat baru
– Logistik seluruh Indonesia terkoneksi dengan lebih baik
– Bisnis perkebunan, pertanian, dan segala yang berhubungan dengan bercocok tanam akan digenjot, namun berbanding terbalik dengan harga nya.
– Bidang pangan dan konsumsi meningkat drastis.
– Bisnis pertambangan menurun atau stagnan, terutama yang berkaitan dengan energi.
– Bisnis logistik dan transportasi melaju kencang. Transportasi darat, laut, udara beserta industri pendukung nya.
– Harga logam mulia meningkat, mencapai puncak pada 2020 dan 2021.
– Infrastruktur berikut industri pendukung nya juga akan meningkat pesat.
– Property mulai bergerak lagi, namun masih oversupply.
– Bisnis pariwisata akan menarik banyak sekali turis. Dan akan menjadi primadona yang difokuskan pada tahun ini.
– Bisnis mobile seperti kurir, online shop, telekomunikasi, akan semakin kuat dan massive. Bisnis konvensional yang mengharuskan seseorang untuk stay pada satu tempat secara pasif akan ditingggalkan.
– Bisnis banking disebut netral. Tidak secemerlang 2017 namun masih tetap potensial.
– Nilai tukar rupiah menguat, kembali ke level fundamental nya.
– Index saham juga menguat seiring kenaikan mata uang, dan masuk nya investor.
– Paruh pertama ekonomi masih berjalan pincang. Paruh kedua menjadi start sekaligus sprint.
– Semua bisnis baik yang tertulis diatas akan menarik banyak investor baru, yang tentu nya juga mengendus peluang yang sama.

Keamanan dan stabilitas

– Tahun yang paling berbahaya telah dilewati, kekacauan bukan lagi menjadi ancaman.
– Ada upaya yang kuat pemerintahan baru untuk bertindak lebih tegas kepada perongrong Negara. Meski masih ada batasan-batasan yang tidak berani dilanggar, namun akan jauh lebih baik dibanding sebelum nya.
– Upaya disintegrasi akan mencuat namun akan ditekan dengan lebih terfokus ditahun ini.
– Aliran barang, manusia, dan globalisasi seperti pedang bermata dua. Membawa kemajuan pada ekonomi, namun juga ada ancaman masuk nya barang illegal, paham asing dsb.

Bencana

Berbeda dengan tahun sebelum nya yang didominasi oleh bencana akibat element tanah seperti gempa dan gunung meletus, maka pada tahun ini Bencana air akan mendominasi. Banjir, curah hujan tinggi, badai, longsor, angin topan menjadi factor alam yang menjadi tantangan. Pergerakan yang meningkat juga membawa resiko kecelakaan yang meningkat di darat, air dan udara.

Kesimpulan

Tahun 2019 ini jelas jauh lebih ramah dari tahun 2018 yang telah berlalu, tahun penuh kekacauan, perang dan percekcokan. Pada skala global, dunia sama-sama telah merasakan apa dampak dari perang dagang berkepanjangan. Sebagai bagian yang terkoneksi dari sebuah dunia, kehancuran yang satu akan membawa perlambatan bagi yang lain nya. Tahun 2019 ini akan diwarnai dengan kesadaran baru bahwa bekerjasama akan jauh lebih baik daripada berkonflik lebih lanjut. Namun efek perang dagang telah memakan korban, para investor bergerak menuju ke emerging market, tempat yang netral bebas dari salah satu kubu. Ini mengapa tahun 2019 akan menjadi tahun yang potensial sekali bagi Negara berkembang, sedangkan Negara maju akan mengalami perlambatan bahkan mungkin dekat sekali ke krisis. Indonesia sebagai Negara berkembang, haruslah mampu memanfaatkan arus dan aliran ini. Mempersiapkan stabilitas, fasilitas, jaminan hukum dan keamanan, bertindak tegas kepada pihak mana pun yang berusaha memperburuk citra Negara ini.
Bagi para pengusaha, 2019 juga merupakan babak kedua dari perubahan besar wajah Negara ini. Negara selalu saya ibaratkan seperti sebuah pengelola shopping mall, bertugas untuk memperindah mall nya, memastikan fasilitas air listrik toilet kebersihan dan keamanan terjamin. Mempromosikan mall dan menarik sebanyak mungkin pengunjung. Pengusaha bertindak sebagai tenant pada mall tersebut. Meski mall nya ramai, namun inovasi dan kreasi tiap tenant wajib dibutuhkan untuk menarik pelanggan yang ada ke dalam toko masing masing. Jangan takut untuk berubah, memanfaatkan perkembangan teknologi, dan meraih peluang yang besar pada tahun 2019 ini. Jangan menjadi pihak yang tertinggal ditengah arus kemajuan yang pesat.
Salam.

About

View all posts by

8 thoughts on “2019

  1. Pertamax hehe
    Baru di post koh Andrie langsung saya baca,
    Puji syukur kepada Tuhan jika tahun depan ada perbaikan yang lebih baik.

    Untuk daya beli masyarakat Indonesia tahun depan apakah ada perbaikan ???

    mengingat begitu terasa sekali daya beli 2018 sangat rendah.
    Bisnis saya sangat tergantung dengan daya beli masyarakat.
    Terima kasih infonya Koh, sehat selalu.

  2. Sangat di tunggu tulisan nya master ut 2019 ini.

    Seperti yg sudah pernah master ceritakan 2 tahun lalu, jadi makin semangat dan yakin jalani bisnis di tahun baru ini.

    Thx master

    From: sovan indra – palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *