Movement

muscles-work-together-produce-movement_c8a7cabd078b637f-770x400

Dear Readers,

Akhir-akhir ini saya pribadi, ataupun kita semua mungkin sering mendengar orang-orang mengeluh, bahwa saat ini sedang terjadi perlambatan ekonomi, bisnis lesu, atau bahwa zaman sekarang ini sudah sulit untuk mendapatkan uang seperti masa-masa sebelum nya. Meski ada efek dari kondisi perekonomian global dan sebagai nya, namun jika ingin lebih objektif, hal ini disebabkan oleh perubahan zaman. Pada awal tahun 2016, dalam sebuah wawancara di televisi, saya pernah menyebutkan bahwa untuk survive, pelaku bisnis harus menyadari perubahan yang ada, cara-cara lama sudah sulit diterapkan dalam berbisnis, buka wawasan dan sadari ada banyak cara baru yang bisa dipakai. Bisnis beralih dari jalur konvensional, ke jalur yang lebih mobile. Hal ini juga yang selalu saya tekankan kepada siapapun yang mengeluh mengenai bisnis kepada saya, bahwa bukan bisnis ya yang menjadi lesu, namun pribadi nya yang kurang tanggap terhadap perubahan, sehingga tertinggal.

Berbicara mengenai perubahan, selain factor waktu yang tidak bisa dikontrol oleh manusia, ada sebuah trigger lagi yang paling sering terjadi secara destiny. Bisa secara ekstrem membawa kebaikan maupun keburukan. Trigger tersebut adalah pergerakan. Sering dikatakan perubahan membawa pergerakan, atau pergerakan membawa perubahan. Dalam destiny seseorang, ada factor pergerakan yang dapat mempengaruhi peruntungan seseorang. Secara umum, saya sering membagi factor pergerakan ini kepada beberapa jenis yaitu :

1. Harus bergerak dan bisa bergerak
2. Harus bergerak namun tak bisa bergerak
3. Bisa bergerak namun tak boleh bergerak
4. Tak bisa bergerak dan tak boleh bergerak.

Untuk jenis pertama dan keempat, tak perlu dibahas karena yang pertama otomatis akan membawa kebaikan, sedangkan yang keempat akan membawa langkah statis yang secara otomatis menghindarkan diri dari bencana. Yang paling tricky adalah jenis kedua dan ketiga.

Harus bergerak namun tak bisa bergerak, biasa nya mengacu kepada kondisi dimana seseorang itu stagnan dalam hidup, dan sudah harus muncul sebuah terobosan baru dengan melakukan perubahan. Namun secara fisik, ada banyak sekali kesulitan dan pertimbangan orang tersebut yang menghalangi langkah nya, hingga akhir nya ia memutuskan untuk berdiam diri tak berubah. Hal ini banyak terjadi pada pelaku bisnis lama, yang pada akhir nya membuat nya stagnan dan pada akhir nya hanya menunggu mati saja. Tahun 2008, saya memiliki klien dari Medan, merupakan seorang pengusaha besi yang ternama. Meminta saran saya karena bisnis nya telah dirasa stagnan. Saya menyarankan agar beliau melakukan ekspansi pasar ke timur, dan ketika itu pilihan saya jatuh ke Surabaya sebagai kota Hub ke Indonesia timur. Namun sang klien ketika itu memiliki banyak sekali keraguan, mulai dari pengalaman nya yang minim di kota orang, jarak yang jauh, jika sudah dapat pasar ia takut harga tak bisa bersaing karena factor jarak dan lain sebagai nya. Namun pada akhir nya ia kesampingkan semua logika yang ada, dan dengan nekat bergerak ke Surabaya untuk memulai pasar nya. Hari ini, ia telah memiliki beberapa pabrik besi di Surabaya, dan kekayaan nya berlipat ganda dengan cepat. Jadi yang diperlukan oleh orang yang harus bergerak namun tidak bisa bergerak adalah keberanian dan kadang kenekatan untuk mengambil resiko perubahan. Ada banyak kisah yang sama terjadi dalam perjalanan praktek destiny saya, yang pada inti nya mengatakan jika destiny mengharuskan pergerakan, maka bergerak lah.

Jenis ketiga, lebih merupakan kondisi dimana seseorang tergiur untuk melakukan pergerakan, namun tanpa disadari pergerakan tersebut akan membawa bencana. Jika bisa mengekang keinginan untuk bergerak, maka selain bisa menghindari bencana, juga bisa mendapatkan berkah. Hal ini sering sekali terjadi pada mereka yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan, hal yang umum. Namun dalam banyak praktek saya, ada pula yang dengan mereka diam tak bergerak, mereka mendapatkan hal yang mereka idam-idamkan, yang mana jika ia bergerak, opportunity tersebut akan menghilang. Jadi factor ketiga ini harus diatasi dengan bersikap pasif jangan bergerak maka awan hitam akan berlalu.

Awal sebuah awal tahun, saya bertemu dengan seorang klien lama bernama Robby. Robby ini adalah pebisnis yang sering menangani project-project pemerintah. Kebetulan ia sedang menggarap beberapa project yang berkaitan dengan sebuah BUMN besar. Kedatangan nya kali ini adalah untuk menanyakan perihal bazi seorang partner nya. Rekan nya ini katakan saja bernama Mr.X merupakan putra dari seorang mantan pejabat tinggi Negara yang sangat dekat dengan presiden pertama. Oleh karena ia beliau memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga presiden tersebut. Saat itu, ia merupakan salah satu kandidat yang akan dipilih untuk menduduki jabatan komisaris sebuah BUMN. Mengingat hubungan baik antara keluarga nya dengan presiden terdahulu, ia pun sudah dikirimkan surat rekomendasi kepada seorang ibu yang memiliki kekuasaan besar dalam mengangkat dan menurunkan seseorang di kementrian BUMN. Surat tersebut sudah terkirimkan sebulan lama nya, namun ia cemas karena sampai hari ini tidak ada kabar lagi. Kecemasan nya tentu berakibat besar kepada Robby, karena jika ia berhasil menduduki jabatan maka project-project Robby akan aman bahkan ada kemungkinan bisa bertambah besar lagi, sebaliknya jika saingan nya yang menduduki jabatan tersebut, ia bisa saja diputus kontrak.

Setelah meneliti bazi nya, saya pun tersenyum, dan menjabat tangan Robby. Saya berkata, “Saya mengucapkan anda selamat, karena selain project anda bertahan, anda bahkan akan mendapatkan banyak pekerjaan baru ke depan nya. Namun, ucapan selamat saya ini bisa mentah, tergantung pada action partner anda.”
Robby mengernyitkan dahi, lalu bertanya, “Kenapa anda berkata bisa mentah? Apa yang sebenar nya anda lihat dari BaZi Mr.X ini?”

“Sebagai orang dalam nya anda, kedudukan Mr X sangat penting bagi kelangsungan project anda di BUMN tersebut bukan? Jika ia bisa menduduki jabatan, maka semua akan aman. Jika tidak, anda akan tertendang keluar diganitkan oleh pengusaha lain.” Jawab saya. “Berdasarkan Ba Zi nya, “Bulan Mei nanti ia sudah menduduki jabatan. Namun ada syarat yang harus ia lakukan agar peluang di mei tersebut tidak menghilang.”

“Syarat apa? Mohon petunjuk nya.” Kata Robby harap-harap cemas.

“Dari tanggal 5 Maret sampai dengan 4 April, minta kepada Mr X untuk menjauhi skandal kepada wanita yang bukan pasangan resmi nya, at whatever cost! Dan kemudian yang lebih penting lagi adalah dari tanggal 5 maret sampai 20 maret, ia memiliki peluang untuk bergerak. Namun minta ia untuk tidak bergerak!!! Saya tekankan hal ini dengan keras, dan garis tebal, jangan bergerak, tetap stay di Jakarta.” Jawab saya kemudian.

Ketika itu adalah bulan Februari, tinggal sebulan lagi sampai warning yang saya sebutkan. Maka dengan sigap Robby pun langsung menghubungi Mr X di hadapan saya pada saat itu juga, mewanti-wanti beliau untuk menjaga masalah asmara dan pergerakan di bulan maret. Hal ini disanggupi oleh Mr X, lagian hanya setengah bulan, tentu tidak terlalu sulit.
Yang terjadi berikut nya cukup menarik, dan juga sekaligus fantastis. Memasuki awal Maret, Mr X ternyata memiliki seorang pacar muda, seorang model yang cantik dan seksi. Ia begitu dekat dan menyayangi pacar tersebut. Saat itu, sang pacar mengajak nya untuk berlibur ke Maldives, menikmati suasana disana sekalian berbelanja. Jadwal perjalanan nya kebetulan adalah 6 Maret dan berada di negri orang sekitar 10-14 hari. Melihat hal tersebut Mr X langsung teringat akan kata-kata saya memiliki peluang untuk bergerak, namun tidak boleh bergerak. Maka ia pun menolak permintaan dari sang pacar, dan meminta agar perjalanan tersebut di undur ke april. Namun ternyata sang pacar juga telah janjian dengan teman-teman nya untuk pergi bersama. Melihat penolakan Mr X, ia meradang, dan mengambek. Memaksa agar Mr X ikut menemani nya. Namun Mr X teguh untuk menolak. Akibat penolakan tersebut, yang saya dengar kemudian mereka bertengkar hebat dan akhir nya berpisah. Disini saya memuji Mr X, karena beliau dengan tegar mengikuti saran dari saya. Bisa bertahan terhadap godaan, mendengarkan nasehat orang lain, adalah ciri dari kesuksesan. Namun yang membuat beliau mengikuti pesan saya adalah karena begitu tepat perkataan saya yang mengatakan bahwa bisa bergerak namun tidak boleh bergerak selama 2 minggu tersebut.

Memasuki 5 Maret, Mr X tetap berada di Jakarta. Berdiam diri menahan diri untuk tidak bepergian bahkan keluar kota sekalipun. Pada tanggal 7 Maret, tiba-tiba datang sambungan telepon dari sekretaris kabinet yang kebetulan adalah orang dekat sang Ibu yang powerful tersebut. Berkata bahwa sore hari tersebut ia ditunggu di kediaman beliau, untuk diajak ngobrol. Pada kalangan pejabat, hal ini merupakan kode diadakan nya interview, dan kesempatan tersebut hanya satu kali untuk memberikan impresi baik bagi para pemegang kekuasaan. Berangkatlah ia, dan malam itu setelah ia pulang, ia pun menghubungi Robby, dan berkata bahwa ia diterima secara lisan, dan hanya tinggal menunggu surat pengangkatan saja. Mereka berdua sama-sama takjub akan ketepatan seni Bazi, namun sekaligus bergidik, seandai nya Mr X bergerak dan sedang berada di luar negri, saat panggilan tersebut muncul dan ia tak bisa hadir, maka semua jabatan tersebut tinggal kenangan saja.

Demikian sedikit teori dan praktek tentang pergerakan. Seorang reader harus awas mengetahui hal ini, mana yang bisa bergerak dan tidak bisa, dan mana yang baik atau buruk.

Salam.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *