Disaster before Luck Period

habis_gelap_terbitlah_terang_by_neverlandart

Dear Readers,

Sedari dahulu ada sebuah hal yang kerap dicari oleh semua manusia, yang bersifat universal dan tak pernah berubah, siapapun dan dari latar belakang apapun orang tersebut. Apakah hal tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah bagaimana mencari kebahagiaan dan bagaimana untuk terhindar dari penderitaan. Saya tak akan membahas soal penderitan karena ranah nya lebih kepada pelajaran spiritual yang lebih tinggi. Jika agama mengajarkan kita untuk menghindari kejahatan dan berbuat kebajikan untuk memperoleh kebahagiaan, maka secara destiny orang orang mengidentikkan kebahagiaan dengan peruntungan yang baik. Jika seseorang memperoleh hoki yang baik, maka dikatakan ia memiliki hidup bahagia. Meski pengertian ini sesungguh nya sangat dangkal, namun demikian lah paham umum yang berlaku di masyarakat.

Jika menelusuri selangkah lebih dalam, kita dapat menyadari bahwa grafik peruntungan seseorang terjadi karena dua faktor, yaitu faktor 先天 dan faktor 後天. Atau disebut sebagai faktor langit awal dan langit kemudian. Faktor langit awal adalah faktor karma pada kehidupan sebelum nya, sedangkan faktor langit kemudian adalah perbuatan pada kehidupan sesudah kelahiran. Sebagai seorang praktisi destiny reading, kita selalu mempelajari dan berusaha dengan segala keterbatasan kita, memecahkan pattern yang pada akhir nya dapat memberikan sedikit pemahaman bagaimana hukum alam tersebut bekerja. Singkat kata, menangkap alur destiny yang terbentuk, dan mengajarkan bagaimana untuk hidup selaras dengan nya. Mengajarkan bagaimana untuk mengoptimalkan managemen hidup nya sesuai dengan destiny yang pada akhir nya mendapatkan kebahagiaan.

Kembali pada masalah peruntungan, ombak dan perputaran roda kehidupan selalu menyentuh siapa saja. Manusia yang hidup di bawah langit di atas bumi, akan selalu terpengaruh oleh siklus element, yang membuat pasang surut pada kehidupan nya. Faktor waktu membawa perubahan, demikian pula tentu nya pada peruntungan. Mereka yang diatas tak boleh lengah karena kapanpun bisa terpeleset, dan mereka yang dibawah tak boleh menyerah karena peluang bisa datang seketika. Terkait dengan pasang surut peruntungan ini, terdapat sebuah istilah dalam destiny reading yang kita kenal sebagai “大難不死, 福將來了”. Yang Jika diartikan kira-kira menyebutkan, Tak mati oleh bencana besar, maka keberuntungan telah akan datang.

Jika menilik kata-kata ini, tentu kita yang kritis akan dapat mengetahui arti nya. Jika seseorang mengalami bencana besar, dan ia selamat, tentu ini saja sudah disebut sebagai Hoki. Namun secara teknikal destiny, ada artian lain nya. Kita mengetahui bahwa pada periode buruk, seseorang akan mendapatkan buah karma buruk nya yang ditranslasikan kepada kesialan atau kesusahan. Namun saat seseorang hendak berganti periode dari buruk menjadi baik, dari kondisi yang dingin ke panas, selalu ada proses transisi. Terkadang transisi nya berjalan secara perlahan, namun terkadang transisi tersebut juga berjalan dengan ekstrem. Seseorang yang selama periode buruk nya telah mengalami cukup kesialan, akan mengalami transisi yang cukup mulus. Sedangkan mereka yang selama periode buruk nya tidak mengalami hal ini secara konstan, akan membayar dipenghujung periode dengan cukup ekstrem. (Saya selalu mengibaratkan hal ini dengan seseorang yang memiliki hutang dengan sebuah nominal, dan harus membayar nya pada sebuah periode waktu tertentu. Ia bisa mencicil sepanjang periode waktu, atau ia boleh tidak mencicil namun mem bom hutang tersebut saat deadline tiba). Peristiwa bom hutang ini lah yang memunculkan istilah 大難不死.

Tak terhitung berapa banyak peristiwa yang menjadi contoh hal ini. Jika mereka bisa lolos dari bencana besar tersebut, maka berkah besar telah menanti. Salah satu peristiwa yang cukup terkenal terkait hal ini adalah mantan orang terkaya dunia, Jhon D Rockefeller. Dipenghujung periode buruk nya, ia melakukan janji pertemuan dengan salah satu orang terkaya Amerika ketika itu, pemilik jaringan kereta api terbesar, Tom Scott. Tujuan nya adalah menegosiasikan kerjasama untuk melakukan distribusi minyak nya, keseluruh penjuru Amerika dengan jaringan kereta api. Pada hari itu pula, ia ketinggalan kereta, yang berangkat tanpa diri nya. Ia begitu kesal karena melewatkan kesempatan yang begitu berharga. Namun, ternyata kereta yang seharus nya ia tumpangi mengalami kecelakaan besar, yang menewaskan hampir seluruh penumpang. Membaca hal ini, Rockefeller muda kaget, namun juga ia takjub. Karena ia adlaah seorang Kristen yang taat, ketika ia ia memiliki sebuah keyakinan kuat bahwa Tuhan memiliki rencana besar bagi nya. Maka ia pun mengadakan janji temu berikut nya, dan akhir nya berhasil mendapatkan kesepakatan besar dengan Tom Scott. Dan itulah langkah pertama nya untuk menjadi orang terkaya di dunia.

Secara pribadi saya juga memiliki beberapa kasus seperti ini. Namun ketika artikel ini ditulis saya di depan saya sedang muncul tayangan national geographic wild, membuat saya teringat akan sebuah kisah dan kisah inilah yang saya akan angkat, cerita tentang guru saya Master Yu. (Apa hubungan nya dengan National Geographic Wild, akan anda ketahui setelah membaca lebih lanjut).

Kisah ini terjadi pada sebuah kota pesisir, yang merupakan kampung halaman master You. Ketika itu beliau telah terkenal sebagai seorang ahli destiny dan hampir tidak ada seorang pun yang tidak mengenal nama beliau di kota kecil tersebut. Sehari-hari nya selain menjalankan bisnis nya, beliau juga menerima layanan konsultasi secara gratis. Hal ini membuat ia mendapatkan begitu banyak klien dari semua kalangan.

Pada suatu hari, seorang remaja beranjak dewasa datang ke tempat praktek beliau. Remaja ini bernama Bun Tiong. Merupakan seorang anak yatim, tinggal bersama sang ibu berdua saja. Sehari-hari nya menyambung hidup dengan membantu sang ibu berjualan kue kecil-kecilan. Meski ia sosok yang dikatakan miskin, namun Bun Tiong ini adalah anak yang pemberani, ia sering terlibat perkelahian. Sehingga bagi masyarakat sekitar mencap meskipun ia adalah anak yang berbakti, namun ia juga berandalan. Atau sebalik nya meski ia berandalan namun ia menyayangi sang ibu yang merupakan kerabat dekat satu-satu nya.

Kedatangan nya ke tempat master You, tak lain adalah untuk melakukan penghitungan destiny, mencari tahu bagaimana nasib ke depan nya. Separuh karena rasa ingin tahu, namun separuh lagi juga karena merasa frustasi akan kehidupan nya yang seakan tidak menemukan musim semi sepanjang hidup nya.

Melihat kedatangan Bun Tiong, yang merupakan rekan sebaya sang anak. Pada awal nya master You mengira bahwa ia hendak mengajak anak nya main. Namun ketika ia diberitahu tujuan kedatangan Bun Tiong, maka Master You pun mempersilahkan nya duduk di sebuah kursi di depan meja konsultasi nya. Ini adalah sifat nyentrik Master You, meski beliau adalah sosok yang terkenal keras, dan sulit ditemui, namun beliau tidak pernah menjudge siapapun yang datang kepada nya dengan niat baik.

Maka setelah chart kelahiran di Plot. Mulailah Master You membuka cerita. “Bun Tiong, kamu adalah anak yatim, hampir semua orang di kota ini telah mengetahui nya. Namun hari ini saya katakan, bahwa kamu bukan lah anak yatim ditinggal mati, melainkan anak yatim dengan perceraian.”

Mendengar hal ini, Bun Tiong terkejut, sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui hal ini. Saat mereka pindah dari kecil ke kota ini, sang ibu selalu memberitahu bahwa suami nya telah meninggal. Sekarang Bun Tiong berusia awal 20, sedangkan sang ibu telah 50an. Rahasia ini telah mereka simpan lama.

Lalu master You, guru saya mengatakan lagi, “Namun kamu juga tak perlu lagi repot mencari, sebab ayah biologis kamu telah meninggal beberapa tahun sebelum nya.”

Bun Tiong menjawab, “Benar master, ayah saya sebenar nya bercerai dengan ibu. Dan hidup di kota lain. Beberapa waktu lalu, saya memang mendengar bahwa ia telah meinggal dunia karena sakit. Hari ini saya ingin menanyakan, sebenar nya kapan saya bisa membahagiakan ibu saya? Kapan saya bisa sukses?”

Mendengarkan hal ini, master You lalu berkata. “Bun Tiong, saat ini kamu berusia 22 tahun. Telah hidup susah sedari kamu lahir bersama ibu kamu. Namun hari ini saya katakan kepada kamu, bahwa saat kamu memasuki periode baik, telah dekat. Yaitu tahun depan. Periode baik itu akan datang selama 50 tahun. Dek, saat kamu sukses nanti, bahkan bisnis saya sama sekali tidak ada seujung kuku kamu.”

Mendengar hal itu, Bun Tiong mengernyitkan dahi, sebab ketika reading ini dilakukan, guru merupakan seorang pengusaha yang tergolong sangat sukses. Beliau memiliki toko fashion merangkap kelontong. 5 buah ruko dijadikan satu. Dengan omset ribuan sampai puluhan ribu potong pakaian perbulan, untuk usaha retail fashion, ketika itu bahkan beliau adalah yang terbesar di Sumatera. “Yang bener master?!” Kata nya dengan heran, “Jangan-jangan master hanya akan membuat saya senang saja dengan kata-kata itu?”

“Buat apa saya berbohong kepada kamu? Eamg saya dapat apa?” Master You balik bertanya. “Kamu boleh tidak percaya, namun tahun ini kamu akan mengalami pergerakan, lalu seiring pergerakan itu, kamu mulai akan menjalani periode baik yang saya sebutkan tadi.”

Mendengar guru yang begitu yakin nya, akhir nya Bun Tiong juga ikut mendapatkan kepercayaan diri. Dan lalu berkata, “Kalau begitu, saya terima kata-kata baik dari anda. Dan kalau saya bener-bener berhasil, maka saya akan bisa membahagiakan ibu saya! Berarti tahun ini saya bisa membawa ibu saya pindah ke kota lain untuk memulai hidup baru.”

Mendengar hal ini, master You terdiam sejenak. Setelah merenung sebentar, memilih kata-kata, lalu ia membuka pembicaraan. “Namun perubahan periode kamu ini, bukan tanpa proses dan tantangan. Pada musim gugur nanti, begitu memasuki Li Qiu, sampai 60 hari ke depan, yaitu . Kamu akan mengalami sebuah bencana yang pada akhir nya mengubah hidup kamu ke depan nya. Musibah ini dikatakan besar, mengancam nyawa, namun kamu akan berhasil melalui nya. Setelah itu pula lah, hal ini sekaligus menjadi pendorong bagi kamu untuk pindah keluar kota. Mengenai membahagiakan ibu, dengarkan pesan saya baik-baik. Setiap hari hendak nya kamu berpikir untuk membahagiakan ibu kamu, tak perlu menunggu sukses dulu. Buat lah ia selalu bangga akan kehadiran mu.”

Ketika itu, Bun Tiong tidak menangkap kata-kata guru mengenai ibu nya. Namun beberapa bulan kemudian ia akan mengerti hal ini. Ia kemudian menanggapi, “Musibah yang besar dan mengancam nyawa ini, apakah tidak bisa saya hindari?”

“Ada musibah yang bisa dihindari, namun ada pula musibah yang diperlukan untuk menciptakan perubahan.” Jawab Master You. “Musubah yang saya sebut akan terjadi pada periode 60 hari tersebut, adalah musibah yang akan menjadi katalis dalam kehidupan mu. Jadi tidak bisa dihindari.”

“Jika tidak bisa dihindari, bagaimana master bisa yakin bahwa saya selamat melalui nya?” Bun Tiong bertanya lagi.

“Bunga yang berlum mekar, masih berupa pucuk. Terkena angin kencang, tidak akan jatuh dari pucuk nya. Sedangkan bunga yang telah melewati masa mekar nya, tanpa musibah apapun juga akan rontok sendiri. Demikian juga pada destiny, seumur hidup kamu belum memasuki periode baik, dan sedang ada periode baik panjang yang menanti. Hal ini yang membuat saya menyimpulkan sebesar apapun musibah yang terjadi, nyawa mu tidak akan terancam.” Jawab master You menjelaskan. “Namun sebagai manusia, kamu juga harus selalu waspada dan ingat untuk selalu berbakti kepada orang tua.”

Setelah beberapa penjelasan lagi, akhir nya Bun Tiong merasa puas. Ketika ia hendak pamit, ia begitu sungkan sebab tidak membawa angpao apapun untuk diberikan ke Master You. Dengan gaya polos dan berandal nya, ia memanggil seorang teman nya yang lewat, lalu memeras orang tersebut. Setelah orang tersebut memberikan sejumlah uang, ia buru-buru memasukkan uang itu ke kantong angpao, dan memberikan nya kepada Master You. Yang tentu saja, ditolak mentah-mentah oleh Master You, “Kamu jangan gila!” Hardik master You.

“Bukan master, saya bukan memeras orang itu. Dia berhutang pada saya.” Jawab Bun Tiong.

“Saya tidak perduli, kembalikan uang orang itu sekarang juga! Saya juga tidak butuh uang dari kamu, dasar anak muda tengil.” Jawab master You sambil geleng-geleng kepala tersenyum.

Akhir nya Bun Tiong pun mengalah dan mengembalikan hasil perasan nya itu. Hal ini saya ceritakan karena merupakan kenangan mendalam guru, pertama kali nya ia mendapatkan angpao dari hasil pemerasan. Dan juga untuk menggambarkan keras nya karakter Bun Tiong.

Beberapa bulan kemudian, masuklah bulan musim gugur. Hal yang terjadi sangat unik namun juga tragis.

Kota tempat tinggal mereka adalah sebuah kota pesisir, meski merupakan kota hub tempat berpusat kegiatan dari daerah sekitar, namun ketika itu juga ada beberapa lokasi yang kumuh. Rumah kontrakan Bun Tiong dan ibu nya berada di tepi sungai. Sehari-hari sang ibu juga memanfaatkan air sungai tersebut untuk mencuci. Suatu hari, ketika air sungai sedang pasang naik, sang ibu mencuci seperti biasa, di geladak papan yang menjorok ke sungai dari belakang rumah nya.

Ketika itu, Bun Tiong juga sedang duduk-duduk di beranda yang menghadap sungai sambil mengerjakan hal ini dan itu. Tiba-tiba ia mendengar sang ibu menjerit, spontan ia menengok, ia melihat seekor buaya menerkam sang ibu, dan pada saat yang sama juga sang ibu terjatuh kesungai terseret oleh buaya tersebut. Melihat hal itu, Bun Tiong tanpa sempat terpikir sejenak pun spontan ikut melompat ke sungai tersebut, dan bergumul dengan buaya berusaha untuk menolong sang ibu. Pergumulan tersebut berlangsung beberapa saat, Bun Tiong memukul sebisa nya, mencakar buaya tersebut dengan harapan sang ibu bisa terlepas dari cengkraman nya. Entah karena keberuntungan, atau karena Bun Tion berhasil memukul bagian yang tepat, namun pada akhir nya buaya tersebut menyerah dan melepaskan gigitan nya. Lalu kabur. Bun Tiong, berhasil memenangkan pertarungan di air dengan buaya tersebut. Tanpa takut, ia membawa ibu nya ke tepian sungai yang telah merah oleh darah. Sementara para tetangga juga berdatangan dengan heboh, menolong mereka naik kembali ke geladak.

Meskipun selamat dari menjadi mangsa buaya, namun ibu Bun Tiong mengalami luka parah pada bagian kaki nya, sobek oleh gigitan buaya. Sedangkan Bun Tiong lolos tanpa ada satu luka apapun. Kejadian ini membuat heboh seisi kota, dan berdatangan ke rumah mereka, sebagian karena penasaran, namun banyak pula yang salut melihat bakti dan keberanian Bun Tiong.

Namun pada akhir nya Sang ibu yang menderita luka berat, setelah dilarikan ke klinik setempat, ternyata tak dapat bertahan dan meninggal beberapa hari kemudian. Bun Tiong sangat berduka, dan ketika itu pula ia teringat akan perkataan master You, bahwa ia harus berbakti selagi ada waktu dan kesempatan. Dan ini pula alasan master You tidak menjawab perihal membahagiakan sang ibu di masa depan nanti nya.

Ketika upacara berkabung dilangsungkan, master You juga berkesempatan melayat. Bun Tion memeluk beliau sambil menangis, setengah meraung, ia bertanya kepada master You. “Mengapa anda tidak memberitahu saya? Mengapa anda tidak memperingatkan saya?” Ia bertanya berulang-ulang. Master You hanya dia dan menepuk-nepuk pundak nya, tanpa menjawab apapun. Ketika master You hendak berlalu, beberapa orang juga bertanya kepada nya, mengapa tidak memperingatkan Bun Tiong akan kejadian ini. Beliau menjawab singkat, “Takdir langit dan aliran deras sungai karma, manusia mana yang bisa mengubah?”

Setelah upacara perkabungan selesai, Kerabat Bun Tiong yang tinggal di kota besar menawarkan nya untuk pindah mengikuti mereka dan memulai hidup baru. Karena tidak memiliki arah tujuan lagi, maka Bun Tiong pun mengikuti kerabat tersebut, dan menghilang dari kota kecil tersebut. Dari pergerakan dan perpindahan pasca musibah tersebut, Bun Tiong menginjak kota besar, belajar bagaimana cara berbisnis, dan pada akhir nya ia menjadi seorang raksasa properti. Bahkan menjadi perintis, salah satu orang pertama yang melakukan pembangunan kompleks-kompleks perumahan mewah di kota tersebut, dari seorang anak miskin ia menjelma menjadi seorang milyader yang memiliki segala nya.

Saya berkenalan dengan nya, jauh setelah peristiwa bencana itu terjadi, ketika secara tak sengaja saya dan master You bertemu dengan nya di sebuah restoran. Ia mentraktir kami sambil tak henti-henti nya menghormat dan mengagumi master You.

Demikian salah kisah mengenai bencana yang mengawali periode baik. Semoga dapat menjadi inspirasi dan bahan pembelajaran bagi kita semua.

Salam.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *