Death 3

01-you-can-save-it-dying-plant-sl

Dear Readers,

Kisah ketiga, terjadi ketika saya bersama guru mengunjungi seorang klien lama beliau. Keluarga Huang dari dua generasi, yaitu tuan Huang tua dan tuan Huang muda. Mereka adalah ayah dan anak, merupakan klien dan kenalan lama dari guru. Kunjungan kali ini bertujuan untuk silaturahmi, sekalian sebagai kesempatan bagi guru untuk memperkenalkan saya kepada kolega lama nya ini. Ketika itu saya baru kembali setelah beberapa tahun menetap berpindah-pindah di kota-kota berbeda di Indonesia dan asia tenggara. (Dalam rangka menimba pengalaman dan memperluas cakrawala).

Setelah bersalaman, kami pun duduk. Guru menatap tuan Huang tua dan membuka pembicaraan, “Ini adalah murid saya, yang sering saya ceritakan kepada anda. Kebetulan ia telah kembali ke Medan, dan memutuskan untuk menetap lama disini. Ke depan nya, ia lah yang akan saya serahkan menangani kasus anda. Kenapa hari ini saya membawa nya datang, adalah agar terjalin ikatan pertemanan diantara kalian, terutama dengan anak anda yang usia nya terpaut tidak terlalu jauh.”

Guru adalah sosok yang hapal betul akan karakter dan kesibukan saya. Kepada klien-klien dekat nya, beliau selalu membawa saya secara personal untuk diperkenalkan. Karena beliau tahu, jika sudah diperkenalkan dan dititipkan secara langsung, barulah saya bisa memprioritaskan orang tersebut.

Tuan Huang tua berkata, “Wah, sungguh hari baik ini. Bisa berkesempatan bertemu dengan Andrie yang telah sering kami dengar nama nya.”

“Bener ko Huang.” Guru menimpali, “Jadi kedepan nya, kalian bisa gampang untuk mencari dia kalau saya tidak ada. Soal nya dia sangat sulit untuk ditemui.”

Tuan Huang yang tahun tersebut berusia 70, namun masih sangat enerjik menimpali, “Kalau pakai ini, dia pasti datang!” kata nya sambil mengacungkan kepalan tangan nya. Yang disambut dengan tawa semua hadirin yang ada.

Itu adalah kesan pertama saya dengan keluarga tuan Huang. Dan merupakan kesan yang sangat mendalam. Karena saya entah mengapa sangat menyukai spontanitas, energi dan sifat ceplas ceplos keluarga Huang ini. Ada rasa akrab dan ikatan yang mendalam yang saya rasakan disini.

Setelah perkenalan dan basa basi sejenak, maka masuklah kami semua ke dalam agenda utama. Guru sering membicarakan nama dan kemampuan saya di depan klien-klien lama nya. Semua itu, membuat rasa penasaran yang mendalam di hati mereka, yang pada kesempatan ini ingin mereka buktikan. Apakah anak muda ini memiliki kualifikasi, atau apakah guru terlalu melebih-lebihkan cerita nya.

Pertama-tama yang saya buka adalah chart tuan Huang muda. Logam, yang memiliki resource tanah terlalu banyak menekan, membuat nya sulit berkembang karena fasilitas dan kemudahan yang terlalu banyak. Berjalan pada periode selatan pada awal nya, dan periode timur pada usia pertengahan.

Saya pun memandang tuan Huang muda, lalu membuka pembicaraan membahas Ba Zi nya, “Selama 30an tahun, bazi anda berjalan pada periode selatan. Kehidupan yang hangat, memanjakan, namun sama sekali tidak ada pencapaian apapun. Tahun depan, tahun kuda kayu, dan anda juga memasuki periode baru, yaitu kayu Yang. Anda akan mendapatkan warisan dalam jumlah besar, dan kerajaan bisnis ini akan beralih ke tangan anda.”

Sebelum ia sempat menjawab, saya pun melanjutkan, “Anda akan berjalan pada periode baik selama 25 tahun dari sekarang.”

“Terima kasih, terima kasih. Saya tidak memiliki gambaran bagaimana ke depan nya. Namun saat ini memang saya baru kembali ke kota Medan setelah menempuh studi di barat. Bahkan saat ini, saya masih belum tahu apakah saya bisa bertahan atau tidak pada perusahaan ayah saya ini. Menurut anda, apakah saya bisa bertahan disini atau akan membuka bisnis baru?”

“Pertama-tama anda akan mendapatkan kepercayaan dari ayah, kemudian anda mendapatkan mandat, dan pada akhir nya akan mendapatkan hormat dari semua orang di sekitar, terutama oleh karyawan-karyawan lama ayah anda.” Saya menjawab.

Tuan Huang muda sedikit mengernyitkan dahi nya, lalu berkata, “Saya ingat, dulu pernah dibacakan bazi oleh seorang master yang sangat terkenal. Beliau mengatakan jika saya ingin sukses, saya tidak boleh berada dekat dengan orang tua saya. Saya harus berbisnis di luar. Hari ini ayah saya sudah tua dan saya kawatir akan kesehatan nya. Karena diantara saudara yang ada, hanya salah yang memiliki banyak waktu luang, maka saya memutuskan untuk pulang dan mendampingi beliau, termasuk mencoba belajar bisnis nya.”

Saya tertawa sedikit, lalu menjawab. “Tuan Huang, BaZi anda, memang tanah menekan logam sehingga membuat nya tak bisa muncul kepermukaan. Namun hal ini bukan berarti anda harus disuruh pergi jauh dari orang tua anda. Sesungguh nya tanah berarti adalah ibu anda. Anda memiliki ibu yang overprotektif dan sangat menyayangi anda. Secara tidak sengaja, hal ini tidak membentuk karakter anda dengan terlalu baik. Namun periode kayu telah tiba, kayu yang berarti ayah akan mendobrak tanah yang terlalu tebal, dan akan mengajarkan anda bagaimana untuk masuk ke dalam rel yang bernama bisnis di dunia nyata.” Setelah mengambil nafas sejenak, saya pun melanjutkan, “Di Dunia ini tidak ada anak yang sepantas nya karena iming-iming agar sukses, pantas untuk mengambil langkah menjauh dari orang tua nya. Janganlah lupa, sebagai orang timur kita mengenal yang nama nya budi dan bakti. Hari ini anda, setelah mendengarkan nasehat ngaco dari sang master, berani mengambil keputusan untuk pulang mendampingi orang tua anda, hal ini pula lah yang akan mengubah kehidupan anda selama nya. Kepulangan anda ini merupakan step pertama yang menentukan kehidupan anda sampai tua nanti!”

“Terima kasih atas nasehat dan dukungan kata-kata anda yang sangat berharga. Sesaat sebelum nya saya masih ragu, namun mulai sekarang saya tidak akan ragu lagi, tidak lagi melihat apa yang saya lepaskan di barat sana, dan akan menjalankan dengan baik bisnis ayah saya ini.” Ia kemudian mengajak saya ke ruangan nya untuk berbicara empat mata. Setelah pamit dari ruangan tersebut, maka kami pun berpindah tempat.

Disana tuan Huang muda ini membuka perkataan, “Menyangkut hal yang tadi saya bahas, saya ingin bertanya, bagaimana kesehatan ayah saya? Saat ini beliau bermasalah pada kesehatan kaki nya, mengalami kesulitan untuk berjalan dan menaiki tangga. Apakah bisa sembuh?”

Saya pun membuka chart tuan Huang senior, terdiam sejenak, lalu dengan berat hati saya membuka suara. “Tuan Huang, sebenar nya batas usia ayah anda adalah pada tahun 2020. Beliau akan meninggal karena kanker Liver. Namun sama seperti pesawat, beliau telah mendarat, hanya kita tidak tahu akan berhenti di tahun yang mana. Bisa 2016, 2017, 2018, atau kalau paling hoki berhenti di 2020.”

Tuan Huang muda terkejut dan menjawab dengan mimik serius, “Apakah anda yakin? Memang keluarga ayah saya memiliki riwayat penyakit liver, namun terakhir baru di check up, sama sekali tidak ada kelainan pada liver ayah saya. Yang ada hanya masalah kaki ini, membuat nya sulit untuk berjalan.”

“Tuan Huang, apa yang saya lihat di bazi, itulah yang saya ceritakan. Batas usia 2020 itu sudah pasti. Penyebab kematian nya adalah kanker liver, itu juga sudah pasti. Yang menjadi concern saya adalah, penyakit beliau akan mulai muncul di 2016, tahun monyet api. Jika disana mulai muncul gejala sekecil apapun akan kanker nya, tolong infokan ke saya. Agar kita bisa rembukkan penanganan nya, agar beliau bisa mendapatkan kehidupan yang berbahagia sampai batas usia beliau di 2020. Mengenai sakit di kaki nya ini, tidak terlihat pada Ba Zi, namun jika kita mengaudit Feng Shui rumah, pasti saya bisa menemukan masalah nya, dan bisa diperbaiki.”

“Baik. Saya berjanji akan memberitahukan anda jika terjadi hal sekecil apapun.” Jawab Tuan Huang. “Apakah anda bisa jika sekarang kita menuju kediaman saya? Untuk audit Feng Shui?”

“Bisa. Kebetulan waktu saya masih panjang untuk janji berikut nya.” Jawab saya.

Maka pada hari itu, kami pun berangkat untuk mengaudit rumah kediaman Tuan Huang. Mengenai Detil audit ini, biarlah menjadi konsumsi lain hari. Namun beberapa saat kemudian tuan Huang telah bisa berjalan dengan normal, bersemangat dan menikmati perjalanan-perjalanan wisata ke tempat-tempat menarik di luar negri. Setelah pertemuan itu, saya menjadi cukup akrab dengan tuan Huang muda, dan banyak membantu perjalanan bisnis nya, sampai akhir nya setahun setelah pertemuan perdana itu, tuan Huang menjadi pewaris tahta bisnis sang ayah. Memiliki asset dan pendapatan yang sangat besar. Tuan Huang muda, telah berubah dari pangeran menjadi Raja.

Cukup lama saya putus kontak dengan tuan Huang muda ini, karena berbagai kesibukan yang membuat saya tidka berada di Medan. Jika pun berada di Medan, saya juga memprioritaskan antrian klien yang belum berkesempatan untuk bertemu.

Awal tahun 2017, akhir tahun monyet. Saya dihubungi oleh salah satu kerabat tuan Huang muda. Yang menanyakan kepada saya, apakah tuan Huang senior bisa selamat. Mendengar hal ini saya kaget, karena saya sama sekali tidak mendengar kabar apapun mengenai hal ini sepanjang tahun. Padahal saya beberapa kali bertemu dengan tuan Huang Muda, bahkan sering makan bersama.

Menurut sang kerabat, pada akhir tahun 2015, keluarga tuan Huang diperkenalkan kepada seorang Suhu, yang diberi gelar suhu besar yang cukup terkenal di kota Medan. Beliau memiliki sebuah tempat ibadah yang bisa dikatakan terbesar di kota tersebut. Tuan Huang muda karena rasa kawatir nya, pernah bercerita kepada suhu besar ini, mengenai hasil pembacaan Ba Zi yang saya lakukan. Oleh sang suhu besar, dikatakan bahwa ia akan mengubah destiny sang Ayah agar bisa bertahan lebih lama. Dan bahkan satu step lebih mendalam lagi, sang suhu besar memperkenalkan keluarga tuan Huang ini ke suhu lebih besar, yang bermarkas di Taiwan. Sang suhu Taiwan mengundang keluarga Huang ke Taiwan, menetap di padepokan nya, lalu mengadakan ritual demi ritual, yang kata nya menambah batas usia tuan Huang Senior. Tak lupa, disana pula lah, keluarga tuan Huang ini diwanti-wanti agar jangan lagi melakukan pembacaan BaZi, karena melanggar hukum alam, membocorkan rahasia langit, dan merupakan hal yang tabu.

Dear Readers, meski memuakkan dan sangat membuat dahi berkenyit, namun inilah kenyataan yang beredar di masyarakat sekarang. Banyak orang yang entah karena motif apa, bertindak sebagai sosok serba bisa, melangkahi keilmuan nya, memberikan saran yang tidak mendidik dan membodohi para pendengar nya. Berbekal status, berbekal jubah kuning kepala plontos, terkadang mereka merasa manusia setengah dewa, yang serba bisa, dan menjadi solusi akan hal apapun juga. Sampai kisah ini saya ketik, secara pribadi saya amat menyayangkan kejadian ini.

Jadi, demikian lah ketika pada awal tahun 2016, tuan Huang senior menemukan bayangan hitam di Liver nya, keluarga nya berkonsultasi kepada sang Suhu, dikombinasikan dengan pengobatan barat. Sampai akhir nya menjelang akhir tahun 2016, kedokteran barat menyerah. Tuan Huang pulang ke rumah, disana pengobatan nya dilakukan dengan cara tradisional, holistic, dan doa-doa.

Tanggal 20 Januari pagi, akhir nya karena tidak tahan, saya menghubungi tuan Huang Muda. (Sebenar nya hal ini tidak pernah dan tak boleh saya lakukan), saya bertanya langsung, “Halo tuan Huang. Saya sudah mendengar dari kerabat anda. Sesungguh nya bagaimana kondisi ayah anda sekarang?”

“Not good.” Tuan Huang muda menjawab, “Dokter barat sudah menolak papa. Dan sekarang sedang dirawat oleh sinshe dan suhu di rumah.”

“Tuan Huang, izinkan saya bertanya, apakah penyakit yang di derita beliau adalah kanker Liver?”

“Benar. Awal nya dari kanker liver.” Jawab tuan Huang. “Menurut anda, apakah papa bisa bertahan sampai tahun baru imlek? Sebab menurut suhu besar dan suhu Taiwan, beliau bisa lewat.”

“Satu lagi pertanyaan saya, apakah kanker nya telah menjalar ke organ lain? Dan organ mana saja?” Saya mengabaikan pertanyaan beliau, dan balik bertanya.

Sampai disini, tuan Huang muda tidak sempat menjawab pertanyaan saya, dikarenakan ia dipanggil oleh orang disamping nya, untuk melakukan sesuatu. “Nanti saya akan hubungi anda kembali.” Kata nya sebelum menutup sambungan telepon.

Setelah berdiam diri sejenak, menimbang apakah pantas saya ikut campur akan hal ini. Namun lalu saya pun mengambil HP, dan mengirimkan pesan whatsapp. “Tetap berusaha jangan menyerah. Namun sebelum lewat tanggal 25, jangan lengah.” Itu adalah pesan terakhir saya kepada tuan Huang. Dikarenakan saya hitung, sulit bagi sang ayah untuk melewati tanggal tersebut dengan kondisi yang telah sekritis ini.

Yang terjadi kemudian adalah, malam hari nya tanggal 20 tersebut, pada jam anjing logam, tuan Huang akhir nya meninggal dunia. Dan yang unik nya adalah, ternyata tuan Huang dikremasi pada tanggal 25, hari terakhir jasad beliau berada di dunia.

Banyak kegemparan mengikuti kematian tuan Huang ini. Pembahasan bagaimana prediksi saya sangat tepat, sampai pada jenis penyakit nya. Pembahasan mengapa sang suhu besar tidak tepat, dan mukjijat yang ditawarkan palsu belaka. Dan Lain sebagai nya.

Pada hari saya melayat ke rumah duka, setelah menancapkan dupa. Saya berdiri lama di depan peti mati beliau, berdoa dan merenung. Mungkin memang sudah suratan jodoh yang membuat semua terjadi. Disana saya masih ingat ada anak tertua tuan Huang menyeletuk bertanya kepada saya separuh tak terima dan separuh heran, “Tapi suhu besar sudah menambah usia papa saya?!”

Ketika itu saya hanya terdiam, sambil menggeleng-geleng kepala berkata, “Apa nya yang besar?” kemudian berlalu sambil membawa perasaan getir.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *