Death 2

S

Dear Readers,

Cerita kedua berawal dari kunjungan saya ke sebuah kantor sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang perkebunan pada tahun 2013 akhir. Perusahaan ini memiliki dan mengelola puluhan ribu hektar perkebunan di daerah sumatera dan kalimantan. Selain perkebunan, mereka juga memiliki usaha trading dan juga beberapa pabrik.

Kedatangan saya adalah atas undangan si pemilik perusahaan sendiri, yaitu sebut saja bapak Erwin. Sebelum nya ia telah beberapa kali berkonsultasi dengan saya menyangkut rumah dan keluarga nya. Pada kesempatan itu, saya pernah bercerita bahwa sangat penting sekali dalam sebuah perusahaan, selain mengamati kondisi ba zi si pemilik, juga mengamati ba zi orang-orang kunci pada perusahaan tersebut. Sebab pertama kita bisa membaca destiny kolektif dari para pekerja yang ada. Dan kedua, semisal tidak ada destiny kolektif, kita bisa mengecek bagaimana performance para karyawan di tahun bersangkutan.

Maka duduk lah saya di ruangan boss, dan kemudian satu persatu karyawan inti dipanggil untuk menemui saya dengan membawa data ba zi mereka. Pertama bagian keuangan masuk. Secara performance mereka baik, tidak ada kesalahan yang menyebabkan hal fatal. Pada kasir juga tidak terlihat kebocoran dan niat buruk. Semua nya aman. Kemudian disusul oleh bagian legal. Tidak terlihat masalah hukum, tuntutan maupun sengketa. Pekerjaan berjalan damai tanpa gangguan berarti. Demikian satu persatu divisi saya periksa sesuai dengan bidang pekerjaan mereka dan menyimpulkan kondisi mereka bagi kelancaran rantai perusahaan. Setelah semua nya selesai, pada sesi terakhir, muncul seseorang yang kebetulan baru kembali dari lapangan. Menurut bapak Erwin, ini adalah orang kepercayaan nya, tangan kanan yang telah mengikuti dari generasi orang tua nya selama belasan tahun. Kemampuan dan kesetiaan nya tak diragukan lagi, bahkan sekarang hampir semua urusan di lapangan diserahkan kepada nya.

Membaca ba zi hampir seluruh perusahaan, saya tidak menemukan hal yang bermasalah. Ketika saya mem plot chart si tangan kanan ini, yang kita sebut saja Edi, saya cukup kaget.

“Apakah benar ini adalah tanggal lahir anda?” Saya bertanya kepada edi.

“Benar, data saya tidak salah lagi, karena orang tua saya masih menyimpan cabikan kalender hari kelahiran saya.” Edi menjawab.

“Saudara Edi, selama karir saya melakukan destiny reading, saya senantiasa berusaha untuk jujur. Apa yang saya lihat, baik atau pun buruk, itupula yang akan saya sampaikan. Jika saya sebutkan hal baik, janganlah menganggap saya menjilat. Jika saya sebutkan hal buruk, jangan pula anggap saya mengutuk. Apakah anda bisa memahami dan menerima konsep ini?” Saya bertanya lebih lanjut sebelum memasuki inti pembicaraan.

“Saya mengerti master. Bahkan kalau bisa janganlah tutupi apapun dari saya. Baik atau buruk, utarakan lah.” Edi menjawab.

“Saudara Edi, anda memiliki karakter yang kuat. Memiliki kemampuan dan skill diatas rata-rata. Kemampuan anda bernegosiasi dan turun kelapangan sangat baik. Anda memiliki kualitas untuk menjadi orang yang berjalan dan memimpin di depan. Ibarat seorang jendral di jaman dahulu. Kemampuan anda ini pula, yang membuat semua pencapaian anda sampai hari ini, beranjak dari orang yang tidak memiliki apapun, sampai hari ini dikenal luas dan memiliki kekayaan yang tidak sedikit.” Saya memulai analisa saya.

Mendengar hal ini, Edi tersenyum tipis dan mengangguk-angguk membenarkan perkataan saya.

“Namun saudara Edi, yang ingin saya sampaikan bukan lah hal-hal sepele seperti pembahasan karakter yang anda sudah tahu.” Saya melanjutkan. “Mohon saudara Edi mendengarkan baik-baik perkataan saya berikut ini agar pertemuan hari ini memiliki makna dan manfaat bagi anda.”

Ekspresi Edi mulai berubah menjadi penuh tanda tanya. “Apa gerangan yang ingin master sampaikan? Apakah ada hal buruk yang saya harus waspadai?”

Saya menatap mata Edi dalam-dalam sambil berkata, “Benar. Seorang jendral ada saat nya berperang, namun juga ada pula saat nya untuk beristirahat dan pensiun. Tahun 2018, anda akan mengalami musibah yang sangat besar, yang berkaitan dengan nyawa. Namun pada tahun 2016, hal ini sudah akan bermula, terjadi mengakibatkan h fatal pada 2018. Namun, bahkan sesungguh nya saat ini, pada tubuh anda telah tersimpan hal ini, sadar ataupun tidak.”

“Masalah apakah yang Master maksudkan, yang bisa sampai mengancam nyawa tersebut?” Sekilas terlihat ekspresi jengkel dan tidak percaya.

“Stroke yang mengakibatkan kematian!” Saya ucapkan secara lugas ancaman musibah yang terlihat pada ba zi nya. “Semua nya dipicu oleh kondisi darah tinggi yang saat ini telah mendekam di dalam tubuh anda.”

Edi terhenyak. Ia terlihat kaget karena orang baru bertemu pada hari itu, tanpa mengetes darah ataupun tensi nya, bisa mengetahui kondisi darah tinggi yang sedang ia derita. Namun menurut pengakuan nya, darah tinggi nya sudah terkontrol, karena ia telah dan akan mengkonsumsi obat penekan darah tinggi seumur hidup nya. Setelah ekspresi kaget sejenak, ia cepat-cepat menguasai diri nya, sambil tertawa tidak percaya, hanya didasarkan pada sopan santun, ia kemudian berkata, “Baik. Baik. Saya akan perhatikan hal tersebut.”

Tuan Erwin yang sedari tadi diam, lalu angkat suara. “Master, bagaimana cara mencegah musibah tersebut?”

Saya menatap tuan Erwin dan tangan kanan nya, lalu berkata. “Ada 3 hal yang harus anda perhatikan. Satu, kurangi pekerjaan dan hindari aktivitas fisik ke lapangan yang terlalu berlebihan, dengan kata lain, anda harus belajar mendelegasikan pekerjaan anda ke orang lain. Dua, jaga emosi anda. Hindari amarah yang meledak-ledak karena hal tersebut meningkatan resiko stroke anda. Dan tiga, jaga pola makan anda termasuk selalu menjaga konsumsi obat pengontrol tekanan darah yang anda sebutkan tadi. Hari ini besar sekali harapan saya, bahwa saya salah membacakan ba zi anda dan agar hal ini tidak terjadi nanti. Namun mohon agar anda mempertimbangkan anjuran saya ini.”

Mendengar anjuran saya itu, tuan Erwin pun berkata kepada Edi. “Wah Bro, kamu harus jaga diri. Benar itu semua. Kamu terlalu banyak pressure, amarah kamu juga meledak-ledak. Dan pola makan bro juga berbahaya.”

Edi yang mendengar itu hanya nyengir. Ketika akhir nya ia pamit dari ruangan, saya tahu bahwa ia setengah tidak percaya akan perkataan saya. Dan menganggap bahwa seni destiny reading ini mengada-ada.

Sebenar nya jika berkata logika, ketika itu Edi berusia awal 40an. Sulit untuk percaya bahwa mereka yang berusia 40, bisa meninggal akibat darah tinggi. Karena banyak orang berusia lanjut yang terkena gejala darah tinggi, juga tidak menerima dampak fatal. Namun terkadang seni destiny reading ini sulit untuk mengikuti logika, guru saya bahkan pernah membaca seorang wanita usia 30 yang seumur hidup bukan perokok mengidap kanker paru-paru dan akan meninggal 3 bulan lagi. Sungguh tidak logika sebenar nya.

Kembali ke kisah ini, sepeninggal Edi. Saya bertanya kepada tuan Erwin, apakah banyak wewenang Edi pada perusahaan nya? Tuan Erwin berkata bahwa hampir semua nya berada di bawah kendali Edi. Maka pada hari itu, saya menyarankan kepada tuan Erwin untuk mulai memantau semua pekerjaan Edi, jika bisa mencari satu orang lagi yang bisa menjadi backup yang bisa menggantikan Edi sewaktu-waktu diperlukan.

Tuan Erwin setuju akan hal ini, lalu mengajak saya untuk bertemu dengan orang tua nya. Bos generasi sebelum nya selaku orang yang mewariskan Edi, yang kini telah menjadi komisaris. Tujuan nya adalah untuk memberikan saran secara destiny mengapa secepatnya harus mencari backup.

3 tahun sejak hari tersebut, pada akhir 2016, tiba-tiba saya mendapatkan pesan dari tuan Erwin, yang menanyakan kepada saya. “Drie, menurut kamu Edi gimana?”

Karena saya gak jelas dengan pertanyaan tanpa basa-basi itu, saya kemudian bertanya lagi, apa yang beliau maksudkan.

Kemudian ia menjelaskan bahwa saat ini Edi sedang koma di Kuala Lumpur. Sesudah tiba-tiba colaps pada hari sebelum nya.

Saya cukup kaget akan informasi ini, namun kemudian bertanya kepada tuan Erwin, apakah masih banyak wewenang Edi diperusahaan nya. Tuan Erwin menjawab bahwa pasca saran saya, pelan-pelan ia telah mengurangi beban dan tanggung jawab Edi sehingga ia tidam terlalu lelah. Namun ternyata, Edi yang bersangkutan merasa tidam puas, dan akhir nya bekerja ganda ke sepupu tuan Erwin, dengan jabatan yang sama. Hari ini, stroke nya kambuh, dan ia koma. Dan perusahaan sepupu nya langsung pincang akibat kehilangan tiang tumpuan ini.

Tuan Erwin bertanya kepada saya, “Apakah ia bisa selamat?”

Saya menjawab “Bisa bangun pun dari koma, ia sudah lumpuh. Dan ia tidak bisa berfungsi normal lagi. Saat ini ia harus fokus bertahan agar tahun 2018 tidak menjadi akhir kehidupan nya. Mohon agar tuan memperhatikan semua kebutuhan nya, karena bagaimanapun ia memiliki jasa yang tidak sedikit kepada perusahaan anda.”

Tuan Erwin menyudahi percakapan tersebut, sambil berjanji untuk memenuhi tanggungjawab nya. Ketika itu saya merasa ada hal yang mengganjal, yang tidak ia ucapkan. Saya masih ingat pula entah angin apa, saya menyeletuk, “Pada destiny reading, ada cara-cara tertentu untuk memanipulasi agar seseorang bisa menikmati hal maksimal dari yang telah digariskan. Namun untuk kasus batas usia ini, akan lebih baik jika saya simpan untuk papa anda.”

Sampai disini, cerita ini akan bersambung ke cerita ke tiga.

Demikian kasus kedua, yang meskipun bukan kematian pada arti sebenar nya, namun satu tahapan dari kematian itu telah terlihat. Mari kita berdoa bersama agar saudara Edi mendapatkan hal terbaik, dan bisa melewati tahun-tahun berikut nya dengan baik.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *