Death 1

dreamstime_xl_2211268-Custom

Dear Readers,

Seni destiny reading merupakan sebuah guidance yang menjadi panutan masyarakat china pada umum nya, dan hingga saat ini, seni ini telah dipraktekkan di seluruh dunia, oleh semua suku bangsa yang juga mendambakan petunjuk jelas dalam bagaimana memanage kehidupan mereka. Seni yang telah ada dan berusia setua peradaban China ini, telah melalui banyak generasi, banyak pergantian dynasty dan kerajaan, namun keakuratan dan efektivitas nya tidak pernah berubah sampai hari ini.

Empat pilar kelahiran manusia, yang membentuk formasi kode-kode, tak pernah gagal dalam menghitung baik buruk, naik turun, dan hidup mati manusia. Sebagai seorang praktisi, dari pertama kali saya belajar sampai hari ini, tak henti-henti nya saya merasa takjub akan seni ini yang bisa begitu tepat nya memprediksi kejadian yang akan datang. Hal ini pula yang menambah kecanduan dan kehausan saya. Karena pada dasar nya, saya memandang diri saya bukan sebagai seorang pengusaha ataupun orang yang menggunakan Chinese metafisik sebagai mata pencaharian. Saya adalah murni seorang pengagum berat, fans hardcore.

Menyangkut masalah kematian ini, dari awal saya keluar berpraktek secara mandiri, sudah sangat banyak sekali kasus kematian yang setelah saya hitung dan sampaikan, terjadi, dan akhir nya mengorbitkan nama saya. Meski tidak pernah mengharapkan menjadi terkenal karena hal ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat begitu suka dengan sensasi semacam ini. Pada akhir tahun 2016 ini, saya mendapatkan 3 buah kabar menyangkut hasil reading saya beberapa tahun lalu. Ketiga nya menyangkut kematian, dan semua nya menegaskan ketepatan perhitungan saya beberapa tahun lalu, dan suka tak suka lagi-lagi membuat gempar di kalangan yang mengalami.

Kisah pertama berawal pada tahun baru imlek tahun 2014. Ketika saya sedang berada di kampung halaman, kediaman orang tua untuk merayakan festival musim semi. Ditengah-tengah silaturahmi ini, datanglah seorang teman keluarga, bernama ibu Gui. Ibu ini datang mencari saya bertujuan untuk menanyakan Ba Zi anak perempuan nya. Pertanyaan nya adalah bagaimana kondisi rumah tangga si anak, dan bagaimana kedepan nya. Sebab rumah tangga si anak selalu diisi dengan pertengkaran dengan sang suami. Sekalian ibu Gui meminta saran saya, apa yang harus dilakukan agar keharmonisan rumah tangga mereka bisa tetap terjaga, baik secara hubungan emosional maupun finansial.

Maka saya pun mem plot Ba Zi sang anak tersebut. Pada tahun itu berusia 20 an. Baru menikah, dan tinggal di ibu kota.

Ketika mengamati chart yang muncul, memang ba zi seperti ini selalu dimiliki oleh orang-orang yang bersikap kempetitif, tak mau kalah. Sangat mudah terjebak dalam kekacauan dan tidak segan untuk bertengkar kepada siapapun.

Namun saat saya mengamati lapisan kedua dari Ba Zi yang tertampang di depan saya itu. Saya terhenyak sebentar. Ibu Gui menyadari perubahan mimik saya ini, lalu bertanya, sebenar nya ada apa.

“Anak ibu ini, apakah saat ini berbisnis bersama suami nya?” Tanya saya. Namun tanpa menunggu jawaban, saya melanjutkan, “Ia adalah sosok dominan, yang memiliki power dan kekuasaan. Bahkan melebihi sang suami, hal ini pula yang sering menimbulkan konflik rumah tangga mereka. Namun memang sifat anak ibu ini seperti itu, ia selalu ingin berdiri di depan, sehingga sulit bagi siapapun untuk mengatur nya. Sebagai seorang manusia, tidak ada yang salah dengan sifat nya, hanya sayang budaya timur kita tidak terlalu terbiasa dengan keberadaan wanita yang melebihi pasangan nya ini.”

“Oh iya, memang demikian gambaran anak saya ini. Dia juga tidak segan untuk menentang perkataan saya, jika sudah ia rasa menggurui nya.” Ibu Gui mengkonfirmasi perkataan saya. “Namun apakah kondisi ini akan berlanjut sampai selama nya? Bagaimana masa depan pernikahan ini? Apakah bisa dipertahankan kalau begini terus?”

Pertanyaan ini yang saya takutkan sebenar nya. Dalam destiny reading, memberitahu kabar baik adalah sesuatu yang menyenangkan. Namun ketika memberitahukan kabar buruk, harus sangat berhati-hati agar tidak terjadi efek yang membuat down dan malah menghancurkan hati yang mendengar.

Ba Zi sang anak, mulai dari tahun depan, akan memasuki periode 戊戌 selama 10 tahun. Bagi chart yang membenci tanah, 10 tahun periode tanah atas bawah ini sering sekali menimbulkan bencana tak terduga. Dan menurut pengalaman saya, sangatlah sulit untuk melewati kondisi seperti ini.

Saya pun menjawab, “Ibu Gui. Mengenai masalah cek cok rumah tangga, bukanlah hal yang terlalu besar dan saya kawatirkan. Semua percekcokan ini bisa diatasi dengan pengaturan siapa yang aktif dan siapa yang pasif. Kebetulan saya melihat chart suami nya adalah tipe yang pasif, dan seharus nya berdiam dibawah sang istri dalam hal bisnis. Maka dalam hal pekerjaan, mintalah kedua suami istri ini untuk menukar posisi. Biarkan sang istri memegang komando, dan sang suami yang sebagai perpanjangan tangan sang istri. Dengan begini, mereka tidak akan terlihat adu pendapat yang tak perlu lagi, dan bisa bekerjasama sebagai sebuah team.”

“Namun, ada hal lain yang saya kawatirkan.” Saya menyambung. “Selama 3 tahun dimulai dari tahun 2016, anak ibu ini harus berhati-hati akan bahaya bencana yang bisa mengancam nyawa.”

Ibu Gui terkejut, lalu berkata. “Kira-kira bencana seperti apa? Apakah penyakit atau kecelakaan?”

“Kecelakaan. Dan terdapat resiko fatal.” Saya menjawab. “Selama 3 tahun ini, setiap akhir tahun anda wajib mencari saya untuk melakukan reading untuk bisa ditinjau kejadian dan resiko perbulan nya. Hari ini kita bertemu, saya akan berikan pesan kepada anda untuk tahun 2016. Tahun 2016 bencana yang muncul adalah berasal dari perjalanan. Saya meminta kepada ibu agar berpesan kepada sang anak, agar menghindari perjalanan jauh, perjalanan ke tempat asing, dan perjalanan yang beresiko. Sepanjang tahun usahakan untuk berdiam diri saja.”

“Wah, susah itu.” Jawab ibu Gui sambil geleng-geleng kepala. “Sebagai orang tua, saya pun tidak punya wewenang dan kekuasaan untuk melarang diri nya. Apalagi orang kota besar, sangat suka melancong. Setiap ada kesempatan akhir minggu selalu saja memiliki seribu macam keinginan untuk tamasya.”

Saya berpikir sejenak, memang benar. Tipe bazi yang keras kepala seperti ini sangatlah sulit untuk dilarang. Semakin dilarang, tentu semakin berontak. Maka saya pun melanjutkan, “Begini saja bu. Saya akan berikan 2 bulan yang paling rentan dan bencana nya muncul darimana saja. Jika bisa sepanjang bulan itu ia menahan diri, namun jika tak bisa menahan diri, maka usahakan hindari daerah rawan bencana yang saya sebutkan.”

“Kalau itu, saya rasa saya bisa anjurkan.” Jawab sang ibu.

“Tahun 2016, ada 2 bulan dimana harus berhati-hati. Yaitu bulan Juni (Dari Mang Zhong sampai Xiao Shu), ini adalah bencana yang berkaitan dengan kecelakaan tabrakan dan darah. Hindari berkendara jauh, terutama ke daerah selatan. Dan yang satu lagi, pada bulan desember (Dari Da Xue sampai Xiao Han), ini juga adalah bencana yang berkaitan dengan perjalanan, namun resiko nya di air dan arah utara. Hindari berlibur ke daerah laut. Ini adalah 2 bulan paling berbahaya pada 2016, mohon agar ibu memakai cara apapun untuk si anak mendengarkan nasehat saya ini.”

Demikian inti dari pembicaraan pada sesi konsultasi hari itu. Setelah berjanji akan menuruti pesan saya, dan membuat janji temu tahun akhir 2016, sang ibu pun berpamitan.

Lama saya tidak mendengar dari ibu Gui ini. Waktu berlalu, berbagai kesibukan mengkonsumsi waktu dan pikiran. Sampai pada perayaan tahun baru 2017, ketika sedang menghabiskan waktu liburan sambil menulis catatan, orang tua saya menelpon. “Drie, kamu masih ingat ibu Gui? Yang tahun kemarin pernah konsultasi ke kamu?”

“Ya ma. Kenapa?” Tanya saya tergelitik ingin tahu.

“Anak perempuan nya, yang kemarin kamu bacain. Ikut terkena bencana di KM Zahro yang banyak diberitakan di Jakarta itu!” Kata ibu saya.

Pikiran saya melayang menuju pemberitaan yang sedang hangat di media massa. Sebuah kapal pengangkut orang yang ingin berpelancong ke kepulauan seribu didaerah utara Jakarta. Secara manifest mengalami kelebihan penumpang jauh diatas batas aman. Ditengah laut terjadi korslet listrik yang mengakibatkan ledakan kapal.

Saya lalu bertanya, “Lalu bagaimana ma? Selamat anak nya?”

“Ia bepergian bersama keluarga besar nya. Saat kapal dipenuhi asap, ia sempat menitipkan anak nya kepada kerabat nya dikarenakan kerabat tersebut telah memakai pelampung. Sang kerabat lalu langsung melompat ke laut. Tak lama kemudian kapal nya meledak, dan sampai hari ini, keberadaan sang ibu tidak diketahui lagi. Menurut kamu gimana? Apakah ada peluang tertolong?”

Saya membuka kembali ba zi yang telah saya simpan data nya tersebut. Memeriksa sejenak, dan lalu terdiam.

“Ma, apakah ada ditemukan barang-barang milik pribadi dari orang ini?”

Ibu menjawab, “Ada. Ditemukan tas tangan nya yang setengah terbakar, dan masih berisi uang utuh.”

“Dan apakah ada banyak jasad yang tidak dikenali ditemukan oleh team SAR? Tidak dikenali karena gosong?”

“Memang ada beberapa. Namun waktu orang tua nya kesana, tidak ada yang mereka kenali.”

Saya menghela nafas sejenak, lalu berkata, “Ma, ini adalah bencana air yang pernah saya peringatkan ke ibu nya. Minta keluarga nya untuk cek DNA ya. Saya takut nya, si anak itu sudah ada di antara mayat yang tak dikenal itu. Saya sangat berharap saya salah, dan bahwa saat ini ia hanyut dan terdampar di tempat lain.”

Ibu saya menjawab dengan kawatir, “Ya! Benar, menurut keterangan, ada nelayan yang melihat ciri-ciri yang sama ditemukan diperkampungan nelayan dekat sana dan masih hidup! Ini mereka sedang mencari kesana.”

“Boleh ma. Mudah-mudahan itu adalah dia. Namun lakukanlah test DNA. Hasil baik atau buruk, sebelum tanggal 5 ini kita sudah tahu hasil nya.” Saya kemudian menutup telepon.

Kabar yang saya dengar kemudian adalah, pada tanggal 4 tersebut, saudara pria dari wanita yang menghilang itu sampai di Basarnas. Sambil mengupayakan pencarian saudari nya di lautan, ia juga mengajukan untuk diadakan test DNA diri nya dan dicocokkan kepada jasad-jasad yang telah ditemukan. Namun ternyata Test DNA akan memakan waktu seminggu untuk diketahui hasil nya, sehingga hal ini tidak klop terhadap hasil pembacaan saya yang mengatakan bahwa tanggal 5 paling telat telah didapatkan kabar. Ketika itu, di dalam benak keluarga besar sang wanita yang menghilang, telah terbersit sebuah harapan yang sangat besar. Dan mereka berusaha untuk menghubungi perkampungan-perkampungan nelayan disekitar lokasi kejadian, menanyakan apakah ada wanita dengan ciri-ciri yang sama terdampar di pantai daerah kediaman mereka.

Namun, ternyata ada sebuah hal yang tak terduga. Ditengah upaya mereka mencari kabar di lautan dan perkampungan nelayan sekitar. Tiba-tiba muncul hasil forensic gigi dari jasad-jasad yang telah ditemukan. Dan ternyata ada sebuah jasad gosong yang tak dikenali memiliki susunan gigi sama persis seperti wanita anak sang ibu yang menghilang tersebut. Begitu kabar ini diketahui, seluruh keluarga gempar, dan seketika semua harapan berganti dengan kesedihan.

Berita ini terbawa sampai ke tempat kediaman ibu saya, yang membuat sangat gempar. Ibu hanya bisa tersenyum kecut, mendengar pujian demi pujian yang datang untuk anak nya.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *