Destiny & Partnership

business-partnership

Dear Readers,

Sering orang bertanya kepada saya mengenai kerjasama atau partnership dalam bisnis. Mereka sering ingin tahu bagaimana kecocokan sebuah partnership, bagaimana potensi penghasilan dan kelanggengan bisnis yang telah tercipta.
Metode yang paling umum dipakai adalah menggunakan shio sebagai pencocokan. Biasa nya para praktisi menggunakan teori kombinasi dan clash sebagai patokan. Shio satu persatu anggota kerjasama tersebut dijejerkan, dan dicocokan. Misal shio tikus akan cocok dengan shio naga. Shio macan tidak cocok dengan shio monyet, dsb nya.
Metode ini tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenaran nya. Ketepatan yang beberapa kali terjadi, hanyalah kebetulan semata.

Ada dua cara terbaik dalam mengamati sebuah kerjasama, yang pertama dari kecocokan element wajah (hal ini akan saya bahas pada artikel terpisah), dan metode pencocokan periode peruntungan.

Segala sesuatu pada dunia ini, pertemuan maupun perpisahan, semua nya tergantung kepada jodoh. Jodoh terbentuk karena jalan dan waktu yang tepat. Kesamaan destiny sangat menentukan terbentuk nya sebuah kebersamaan. Saat destiny dan peruntungan telah berbeda, maka terjadi lah perpisahan dan perpecahan.

Demikian pula dalam sebuah kerjasama bisnis. Mereka yang bisa bersama adalah mereka yang memiliki peruntungan yang sama. Sama-sama naik, atau sama-sama turun. Saat peruntungan berubah, saat itu pula entah anggota nya akan memisahkan diri, atau kerjasama tersebut bubar.

Saya memiliki sebuah pengalaman yang cukup unik terkait dengan kerjasama bisnis ini. Pada tahun 2000an, saya kedatangan 5 orang tamu ke tempat praktek saya. Kelima orang ini adalah partner bisnis yang telah menginvestasikan uang mereka untuk membuat kapal penangkap ikan. Kerjasama tersebut telah berjalan selama satu tahun, namun selama setahun itu pula, kapal penangkap ikan mereka selalu merugi. Sampai hari ini, mereka selalu nombok biaya yang diperlukan, dan tentu nya tidak kecil. Kedatangan mereka hari ini bertujuan untuk mencari tahu apa sebenar nya yang salah. Dan trik apa yang bisa dilakukan untuk mengubah kondisi merugi ini.

Saya pun meminta data bazi dari ke 5 orang tersebut.

Setelah 5 buah chart tersusun di meja, saya pun meneliti satu persatu. Orang pertama, seumur hidup tidak memiliki peruntungan lagi. Orang kedua, harus menjalani periode buruk 6 tahun ke depan. Orang ke tiga, Sedang berada pada puncak periode buruk nya, dan akan meninggal 2 tahun lagi. Orang ke empat, juga sama harus menjalani periode buruk 9 tahun lagi. Ke 4 orang pertama, semua nya menjalani periode buruk, yang membuat tak heran jika mereka harus mengalami kerugian terus menerus.

Orang terakhir bernama Mr. Zhang, usia 50 an. Seumur hidup nya luntang lantung, tak pernah mengalami sebentarpun periode baik. Hampir setiap tahun ajaran baru, ia harus meminjam kesana sini untuk menyekolahkan anak nya. Kehidupan nya diisi dengan kegalauan akan biaya menghidupi keluarga nya. Tahun lalu, karena ia memiliki pengetahuan sedikit pada bidang perikanan, teknik membuat kapal dan mampu dekat dengan nahkoda kapal, ia diberikan sedikit saham pada kerjasama ini. Namun dengan kondisi merugi seperti ini, seperti nya mata pencaharian nya ini pun terancam akan putus.
Berdasar Ba Zi Mr Zhang memang terlihat bahwa ia kesusahan seumur hidup. Setahun baik, di tutupi oleh 4 tahun jelek. Begitu terus menerus. Adalah sebuah mukjijat ia masih bisa menghidupi keluarga nya selama ini. Namun, tahun ini akan terjadi perubahan. 50 tahun angin badai akan berubah menjadi musim semi panjang, sampai ia tutup usia. Kemakmuran terlihat sangat jelas akan datang menghampiri nya.

Disini terjadi kontradiksi, 4 orang jelek vs 1 orang yang baik. Tentu nya kerjasama ini tidak akan bisa dipertahankan. Setidak nya yang terjadi adalah Mr Zhang akan keluar dari kerjasama ini, memulai usaha baru, yang akan mengantarkan diri nya menuju kemakmuran. Pada hari itu, di depan mereka semua saya tak bisa membahas soal ini lebih lanjut. Saya hanya mengatakan bahwa 4 orang ini sedang menjalani periode buruk, sehingga bisnis apapun yang dilakukan, tetap sulit untuk bangkit, bahkan yang terjadi adalah kerugian terus menerus.

Ketika mereka beranjak pergi, saya pun menarik lengan Mr Zhang, dan meminta nya datang mencari saya lagi sendirian.
Mr Zhang menyanggupi hal ini. Namun karena ia bertempat tinggal di luar kota yang berjarak 4 jam. Ia akhir nya bisa bertemu saya kembali 3 bulan setelah nya.

Pada pertemuan ini, wajah Mr Zhang yang semula sudah muram bertambah gelap lagi. Nampak dengan jelas bahwa ia sedang pusing. Ternyata setelah 3 bulan merugi lagi, para partner nya angkat tangan, dan memutuskan untuk menyerah. Mereka berencana untuk menjual kapal yang bermasalah tersebut. Namun setelah sebulan penuh, mereka masih saja tidak menemukan pembeli. Sementara biaya keluar terus menerus. Hingga pada akhir nya, ke 4 partner nya sepakat untuk menjual kapal ini kepada Mr Zhang. Meski Mr Zhang menolak dengan mengatakan bahwa ia tak memiliki uang untuk membayar mereka, mereka dengan setengah memaksa mengatakan bahwa Mr Zhang boleh mengutang, cukup menggunakan surat pernyataan hutang saja, dan boleh dibayarkan kapanpun.

“Ko Andrie, hari ini saya terus terang sangat pusing. Mereka ber 4 seakan menyalahkan saya, dan hari ini meminta pertanggungjawaban saya. Saya merasa tiada jalan lain lagi. Dan mereka juga tidak memberi saya pilihan. Saya teringat bahwa anda 3 bulan yang lalu meminta saya datang secara pribadi. Apakah hal yang terjadi hari ini telah anda prediksi sebelum nya?” Mr Zhang membuka keluh kesah nya kepada saya.

Saya lalu menjawab, “Tuan Zhang, terus terang saya sama sekali tidak memprediksikan situasi yang terjadi hari ini. Tadi nya saya berpikir bahwa anda akan mendapatkan jalan lain, memisahkan diri dari mereka.”
“Mengapa anda bisa berkesimpulan begitu?” Tanya Mr Zhang.

“Ketika saya mengamati ba zi anda ber 5. Saya melihat bahwa 4 orang partner anda sedang menjalani periode buruk, dan akan menjalani periode buruk untuk tahun-tahun ke depan nya. Itu mengapa saya menganggap tidak ada jalan keluar bagi mereka. Dan sesungguh nya tidak tepat jika mereka berinvestasi lagi.” Jawab saya. “Namun ba zi anda berbeda tuan Zhang. Seumur hidup ba zi anda menghadapi tantangan dan kesulitan ekonomi. Tahun ini semua nya akan berubah. Dari tahun ini kedepan nya, anda akan mengalami peruntungan baik.”

“Biasa nya, 1 orang yang memiliki jalan berbeda lah yang akan memisahkan diri dari mayoritas yang memiliki jalan sama. Ini mengapa saya sebelum nya berkesimpulan bahwa anda akan memisahkan diri. Namun yang terjadi hari ini cukup unik, 4 orang tersebut lah yang memisahkan diri, dan meninggalkan anda sendirian.”

Mr Zhang setengah tak percaya namun juga setengah gembira menjawab, “Ko Andrie, anda memang tidak salah. Seumur hidup saya tidak pernah sehari pun merasa aman dan nyaman akan kondisi ekonomi. Tekanan nya sangat kuat dalam menghidupi keluarga saya. Namun apakah benar ada nasib baik untuk saya disisa hidup ini?”

“Jika yang lalu benar, maka yang akan datang juga pastilah akan tepat.” JAwab saya. “Dengan anda mengiyakan pembacaan saya akan masa lalu anda, maka berarti saya tidak salah menangkap alur ba zi anda. Ini mengapa saya sangat yakin bahwa periode baik telah menanti anda ke depan nya.”

“Mengenai masalah pembelian kapal itu, secara professional saya menyarankan kepada anda untuk mengambil kesempatan ini. Malah saya menganjurkan anda untuk mengambil secepat nya peluang ini. Jangan ditunda lagi. Plan B nya, semisal kapal ini tidak bisa menghasilkan, anda masih bisa menjual nya kapanpun untuk melunasi hutang anda.” Sambung saya.
Pada hari itu, Mr Zhang pada akhir nya meskipun takut, akhir nya meninggalkan saya dengan satu tekad yaitu mencoba mengambil kesempatan yang dipaksakan bagi nya ini. Pada satu sisi karena percaya kepada ucapan saya, namun alasan yang lebih besar adalah karena ia tak memiliki pilihan lain.

Sepulang nya Mr Zhang ke kota kediaman nya. Ia pun pada akhir nya menyetujui proposal dari rekan-rekan bisnis nya. Maka dipilihlah hari dimana rekan-rekan nya menandatangani pengalihan hak kepemilikan kapal penangkap ikan tersebut. Dan Mr Zhang menandatangani pernyataan berhutang kepada teman-teman nya. Surat-surat ini dibuat di depan notaris yang berwenang.

Yang terjadi berikutnya cukup unik dan mengherankan.

Pada pagi hari surat-surat dan persyaratan legal selesai di tanda tangani. Menciptakan ikatan yang Sah secara hukum dan secara destiny. Sore nya, kapal penangkap ikan tersebut kembali membawa tangkapan yang sangat berlimpah. Jika biasa nya kapal tersebut hanya mampu menangkap 10% dari kapasitas kapal. Maka hari tersebut, hasil tangkapan nya melonjak ke 200% dari kapasitas kapal tersebut. Hal ini membuat kaget sekaligus senang Mr Zhang, namun juga merupakan mimpi buruk untuk para mantan partner nya.

Dan semenjak hari tersebut, hampir tidak pernah kapal penangkap ikan tersebut tidak dipenuhi dengan berbagai hasil tangkapan laut. Kejadian ini merupakan awal dari perjalanan hidup yang berlimpah milik Mr Zhang.
Ketika bertemu saya beberapa waktu berikut nya, Mr Zhang telah memiliki beberapa buah kapal penangkap ikan yang semua nya produktif. Dan terakhir saya mendengar kabar nya, beliau telah menjadi seorang pengusaha ikan besar, terlibat eksport import hasil laut, dengan puluhan armada penangkap ikan, dan bahkan memiliki banyak bisnis sampingan lain nya seperti berdagang garam, tambak, dsb nya.

Silahkan merenungkan kisah yang unik ini agar didapatkan pemahaman bagaimana sebuah partnership menurut destiny.

Salam.

About

View all posts by

One thought on “Destiny & Partnership

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *