Tai Sui

images (3)

Dear Readers,

Pada umumnya setiap orang mengenal istilah Tai Sui sebagai penguasa sebuah moment. Baik tahun, bulan ataupun hari. Namun yang paling umum dibahas adalah Tai Sui tahun, atau disebut sebagai element penguasa tahun. Tai Sui tahunan dihitung mengikuti siklus dari posisi plane Jupiter terhadap bumi. Ia selalu memiliki posisi yang berlawanan dengan Jupiter, atau sering kita kenal sebagai counter Jupiter. Misalkan tahun ini, 2015 adalah tahun kambing, maka posisi Jupiter berada pada kerbau.

Bumi disebut sebagai representasi element tanah, sedangkan planet Jupiter disebut sebagai bintang Kayu. Ini membuat energi Jupiter selalu menghujam ke arah bumi, karena kayu berusaha mengontrol tanah. Istilah clash atau chong dengan Tai Sui berasal dari teori ini. Menghadap Tai Sui sungguh diharamkan pada teori Feng shui mana pun. Karena dengan membelakangi Jupiter, berarti punggung atau dudukan seseorang akan selalu goyah karena energi yang begitu deras.

Meja yang menghadap Tai Sui wajib untuk digeser, dan diarahkan ke arah lain. Namun situasi akan menjadi rumit jika itu adalah bangunan rumah yang menghadap ke Tai Sui. Sepanjang tahun sungguh tidak direkomendasikan melakukan perubahan apapun pada rumah dalam situasi ini. Situasi terburuk terjadi jika renovasi tersebut terjadi pada sektor Tai Sui.

Pada suatu hari di awal tahun ini, ketika sedang melakukan perjalanan ke kota lain, seorang klien bernama Hendri menelpon saya. Bpk Hendri ini adalah generasi kedua dari pengusaha besar yang memiliki aset dan revenue sangat besar. Ayah nya Bpk Abeng merupakan seorang pengusaha yang sangat sukses. Memiliki banyak jenis usaha, dan nama yang harum. Dikarenakan meskipun ia sangat sukses, ia juga rajin beramal. Meski pada bisnis ia begitu ketat menghitung sampai per rupiah, namun dalam urusan amal, pembangunan vihara dan sebagai nya, beliau sungguh sangat royal. Ini mengapa ia memiliki hubungan yang sangat dekat pada kepala-kepala Biara. Sebagian kepala keagamaan yang lurus ikut berbahagia dengan kedermawanan beliau, sedangkan sebagian yang lain mengharapkan sumbangan dari beliau yang jumlah nya fantastis. Mereka yang lurus dengan tanpa kepentingan berbicara apa ada nya, namun banyak pula mereka yang mengharapkan sesuatu selalu berusaha bertutur kata baik, memuja muji bahkan senantiasa mencari kesempatan untuk mencari muka kepada beliau.

Saya bertemu bpk Abeng ini beberapa tahun lalu. Ketika itu beliau sedang kebingungan, karena ada seorang master Feng Shui yang menyarankan beliau untuk renovasi rumah kediaman nya. Beliau adalah sosok yang mempercayai destiny dan feng shui, sehingga saran untuk perombakan ini ia pertimbangkan dengan seksama. Pertama karena ia memang merasa sudah waktu nya untuk renovasi, dikarenakan anak tunggal nya, sang pewaris tahta telah kembali ke Indonesia, dan ia ingin agar sang anak (bpk Hendri) dan anak istri nya bisa tinggal bersama. Kedua, Terutama karena master Feng Shui tersebut banyak menakut-nakuti beliau, jika Feng Shui tidak diubah, bencana akan banyak mengancam. Maka pada akhirnya beliau pun memutuskan untuk melakukan renovasi sekaligus melakukan pengaturan berdasarkan Feng Shui.

Namun muncul kendala. Melihat kekayaan dan kesuksesan bpk Abeng ini begitu menyilaukan, sang master Feng Shui dari Jakarta ini menetapkan tarif yang tidak masuk diakal. 688 juta rupiah! Angka yang sungguh tak masuk akal jika diperkenalkan sebagai tarif audit sebuah bangunan rumah tinggal. Ketika itu, pada sebuah rumah makan, kebetulan saya mendengar ayah dan anak membahas hal ini, karena mereka berbicara dengan suara yang cukup keras. Pada hari itu, saya juga tidak tahu mengapa saya bisa iseng menghampiri meja mereka. Sebagian mungkin karena pada hari itu saya terlalu senggang, sebagian lagi mungkin karena saya tertarik melihat perawakan dan cara bicara ayah dan anak ini.

Setelah memperkenalkan diri sejenak dan mereka mengetahui profesi saya, pada akhir nya mereka pun bercerita lengkapnya mengenai kesulitan mereka. Saya pun menawarkan diri untuk mengaudit rumah tinggal mereka, untuk meilhat apakah benar perlu dilakukan perombakan Feng Shui secara total. Namun sebelum itu, saya meminta mereka berjanji untuk tidak membayar sepeser pun kepada saya. Karena saya sendiri yang mengajukan audit ini, dan saya bukanlah seseorang yang “berjualan” seni ini.

Sampai di rumah tinggal tersebut. Kondisi yang terjadi memang cukup berat. Rumah tersebut mengalami hal terburuk yang bisa terjadi pada sebuah site, yaitu Fan Yin Fu Yin. Jadi benar adanya bahwa site tersebut harus dirombak untuk menghindari dampak buruk dari Fan Yin Fu Yin ini. Kondisi dalam 10 tahun terakhir memang cukup berat bagi mereka yang tinggal di rumah ini. Perpecahan keluarga, perpecahan bisnis keluarga, skandal demi skandal, bahkan bisnis baru yang terus merugi. Menyisakan bisnis lama keluarga saja yang mensupport. Kesehatan sang ayah dan ibu juga kerap terganggu. Jadi, analisa sang master Feng Shui sebelum nya benar, bahwa perombakan harus dilakukan. Saya pun sekali lagi menawarkan diri untuk menawarkan format terbaik renovasi rumah tersebut.

Pengambilan Arah rumah tersebut cukup tricky karena renovasi ini tidak membongkar secara keseluruhan bangunan yang ada. Ada beberapa bagian rumah yang dipertahankan. Namun pada akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal, dari struktur bangunan lama, sifat tanah, kondisi lingkungan sekitar, dan aliran air yang ada, maka saya akhirnya menyelesaikan design rumah baru tersebut. Saya menempatkan air pada sektor 未(kambing) sambil mewanti-wanti agar air ini tidak boleh diganggu gugat apapun yang terjadi. Sebab selain air tersebut dipergunakan untuk menarik wealth, ia juga bertindak sebagai pelindung rumah ini dari formasi gunting dari jalan.

Maka renovasipun diselesaikan. Pita pun digunting, keluarga tersebut memasuki rumah baru. Kabar yang saya dengar, sang anak akhirnya berhasil meneruskan bisnis sang ayah, melakukan ekspansi sehingga perusahaan tersebut meningkat hampir 100%. Tidak itu saja, banyak proyek properti berupa apartment dsb nya milik sang anak yang sold out di luar negri sana. Sakit yang mendera sang ayah bertahun-tahun juga telah sembuh. Keluarga yang terpecah akhirnya mencapai kata damai.

Cukup lama saya tidak mendengarkan kabar dari Bpk Hendri ini pasca renovasi rumah nya selesai. Hingga akhirnya ia menelpon saya pada hari yang saya sebutkan diatas. Ia berkata bahwa seorang Suhu besar (Biksu Kepala) telah datang ke rumah nya. Sesampai di rumah tersebut, (saya tidak tahu apa kolerasi seorang Biksu Buddhis dengan kelilmuan Feng Shui), sang Suhu berkata bahwa air pada posisi 未 Tersebut sungguh jelek, dan harus dibongkar secepatnya. Karena yang berbicara adalah seorang Biksu yang terkenal, dari kuil besar yang terkenal, maka hal ini menimbulkan kebimbangan pada hati sang ayah (saya juga kurang paham kata-kata apa yang beliau pergunakan untuk menakut-nakuti ayah dan anak yang begitu polos ini). Dan kemudian memutuskan untuk membongkar water feature tersebut. Sang anak yang merasa janggal akan hal ini menelpon saya secepat nya.

Ketika itu, saya bertanya kepada bpk Hendri ini. Atas dasar apakah sang Suhu meminta air tersebut dibongkar? Apakah beliau membawa Luo Pan atau kompas untuk mengetahui posisi sebenar nya air tersebut? Dan apakah ia memeriksa denah tanah secara keseluruhan? Bpk Hendri menjawab, tidak. Beliau hanya datang dan langsung menunjuk bahwa air tersebut salah. Readers, disinilah terkadang saya merasa masyarakat kita sering sekali dibodoh-bodohi oleh mereka yang mengaku ahli, namun sesungguhnya penuh kata-kata dan perbuatan yang menyesatkan. Tanpa kompetensi akan bidang nya, banyak orang yang berani memberikan saran, tanpa mempertimbangkan apa akibat dari tindakan mereka. Bermodalkan reputasi, usia, atau berlindung dibalik agama, hanya untuk sekedar tampil menonjol, terkadang mencampuri apa yang bukan ranah wilayah mereka.

Berbicara mengenai Feng Shui tanpa memperlajari seni ini dan tanpa membawa Kompas, sungguh gegabah. Berbicara mengenai sebuah objek di lingkungan rumah, tanpa denah adalah kegegabahan kedua. Membongkar air yang berguna untuk menetralisir energi perusak adalah kesalahan ketiga. Dan yang paling fatal, melakukan perusakan pada sektor 未, di tahun ini, sama saja dengan menantang Tai Sui.

Saya berpesan kepada Bpk Hendri untuk menunda rencana pembongkaran ini, setidaknya sampai saya berkunjung ke kota mereka. Sehingga saya bisa mendengarkan, dan menjelaskan secara langsung baik buruk rencana ini.

Yang terjadi kemudian adalah, karena kekawatiran yang berlebihan, dan karena kepercayaan buta, maka water feature tersebut pun dibongkar oleh sang ayah tanpa pemberitahuan sebelum nya. Sang anak yang ketika itu berada diluar negri hanya bisa bengong melihat bekas water feature yang sudah rata dengan tanah.

Ketika mendengar kabar tersebut, ketika pada akhirnya saya berkunjung ke kediaman mereka. Saya kemudian meminta selembar koran hari itu. Saya menuliskan beberapa kalimat disana. Setelah melipat koran tersebut, saya lalu menyimpan nya. Kemudian saya berpesan sekali lagi kepada bapak Hendri untuk selalu waspada akan berbagai aspek kehidupan, setidaknya sampai tahun kambing ini berlalu. Jangan melakukan ekspansi yang begitu agresif, dan selalu melakukan cek up menjaga kesehatan, berhati-hati pada resiko kecelakaan.

Beberapa minggu yang lalu, saya mendapatkan kabar. Selepas pertemuan terakhir kami, ada beberapa bencana yang mengganggu keluarga yang baik tersebut. Penyakit sang ayah telah muncul kembali. Penipuan terjadi oleh anggota keluarga yang tadinya telah berdamai. Kebakaran hutan yang merembet ke salah satu kebun mereka sampai akhirnya dituntut melakukan pembakaran. Sampai kepada masalah denda pajak dengan nominal yang cukup untuk membeli puluhan Lambhorgini.

Dear Readers, kebanyakan orang pada saat sulit seperti ini selalu mencari kambing hitam. Ini mengapa pada beberapa hari kemudian bapak dan anak ini datang ke kantor saya. Separuh mengeluh dan separuh menuntut. Bagaimana setelah audit Feng Shui (Yang sudah beberapa tahun berjalan dengan baik), mereka jadi ditimpa kesialan bertubi-tubi seperti ini? Saya berusaha menenangkan kekalutan mereka, menjelaskan jalan keluar terbaik yang harus mereka lakukan. Setelah mereka tenang dan mencatat semua hal yang perlu dilakukan, saya pun berkata bahwa semua kesialan dan bencana yang mereka dapatkan bertubitubi di tahun ini adalah akibat pengrusakan water feature yang bukan saja merusak Feng Shui, namun juga menentang Tai Sui. Sebagai bukati bahwa kejadian ini sudah saya prediksi sebelumnya, saya membuka lemari file, lalu mengeluarkan sebuah koran lama. Disana tertera tanggal di awal tahun, dan tertulis dengan tulisan yang jelas dan tebal, “Merusak Feng Shui, menentang Tai Sui. Merusak tubuh dan wealth.”

Seketika kedua ayah dan anak itu terhenyak ke belakang, menyandarkan diri pada kursi. Pada hari itu, mereka sungguh menyesal.

Salam.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *