Principal of Act

images

Dear readers,

Sering sekali dalam perjalanan hidup ini, seseorang harus dihadapkan pada berbagai pilihan. Ada pilihan yang mudah, yang dapat dengan cepat diambil. Namun ada pula pilihan yang sulit, yang harus mengorbankan hal yang satu untuk mendapatkan hal yang lain. Sebenar nya, jalan mana yang harus diambil, kemana harus menuju, apa dampak sebuah aksi, semua ini selalu menjadi misteri bagi manusia.

Seni cina kuno menciptakan cara dalam mengatasi kebingungan ini dengan berbagai macam metode divinasi. Mengintip sekilas, menguak sedikit tirai masa depan untuk dijadikan patokan pengambilan keputusan. Hal ini begitu umum, bahkan telah menjadi sebuah aturan tak tertulis, sebuah tradisi turun temurun pada masyarakat China, sehingga ini pula yang membuat praktek divinasi menjadi begitu populer pada zaman itu. Namun bagaimana dengan mereka yang tidak mengenal seni destiny? Atau menolak paham destiny? Apakah mereka disebut berjalan secara buta? Apa patokan pengambilan action bagi mereka?

Sedikit melenceng, Pada zaman sekarang, divinasi menjadi lebih terkotak. Ia bukan lagi dianggap sebagai seni atau ilmu pengetahuan. Karena pola praktek praktisi nya pula, divinasi ini dikaitkan kepada hal mistis dan agama. Sehingga membuat banyak orang salah kaprah akan seni yang sesungguhnya sangat indah dan berguna ini. Beruntung, meski banyak praktisi yang melenceng, tetap ada pula sebagian praktisi yang selalu berusaha mengubah stigma yang beredar ini. Menyampaikan seni destiny ini apa ada nya, jujur kepada diri sendiri dan orang lain, dan selalu menjelaskan dengan logika yang masuk akal, bagaimana kaitan destiny dengan karakter, pada akhirnya management hidup yang dapat menimbulkan kesuksesan ataupun kegagalan.

Kembali kepada topik semula, menurut saya, ada satu sudut pandang paling penting, yang harus dijadikan patokan oleh siapapun dalam pengambilan keputusan. Baik mereka mempercayai destiny, atau tidak. Yaitu satu, dan hanya satu, yaitu kebenaran. Dengan bertindak benar, meskipun tidak menjamin kesuksesan, namun seseorang telah memastikan bahwa ia akan memiliki jiwa yang lebih tentram, tidur yang lebih nyenyak, dan yang terpenting ia tidak akan melanggar hati nurani nya, sehingga tidak akan ada penyesalan yang datang. Apapun hasil nya.

Sebalik nya, mereka yang selalu bertindak kotor, melenceng dari norma kebenaran, meskipun sukses, akan selalu dihantui oleh bayang-bayang bahaya. Menunggu saat yang buruk, baik itu tahun, bulan atau hari yang buruk. Dikarenakan akumulasi perbuatan kotor nya, hal sepele saja bisa berbuah bencana dan musibah besar. Seperti orang yang membangun istana tanpa fondasi yang kokoh, demikian kehidupan nya dapat hancur sewaktu-waktu.

Artikel kali ini saya tuliskan berdasarkan peristiwa beberapa waktu lalu, saat saya mengaudit sebuah rumah megah di kawasan perumahan elit di kota S. Rumah ini bisa dikatakan merupakan salah satu rumah paling megah yang pernah saya audit sepanjang karir saya. Luas, elegan, dan sangat mewah. Pada bagian basement rumah tersebut, terdapat puluhan mobil mewah yang merupakan koleksi pemilik nya, yaitu tuan Hasan.

Tuan Hasan ini memiliki jaringan bisnis yang sangat luas, mulai dari property, tambang, energi dsb nya. Pertama kali melakukan BaZi reading pada diri nya, sekilas terlihat bahwa ia memiliki chart yang sedang menjalani periode baik. Dari usia 31 ia menanjak terus sampai sekarang ia telah berusia 38. Kenaikan kekayaan nya sungguh tidak masuk akal dibandingkan dengan background nya sebelum ia memasuki periode ini. Terlalu cepat dan terlalu besar. Namun ketika itu saya belum berkomentar apapun, karena cukup penasaran hendak melihat kediaman nya.

Setelah audit Feng Shui dilakukan, ada dua kesimpulan besar yang saya dapatkan. Pertama, rumah seperti ini ibarat pedang bermata dua. Ia menarik kekayaan dengan sangat cepat, namun dengan metode yang kasar. Kedua, rumah ini pada tahun depan sudah padam. Tak bisa dipakai lagi, dan akan membawa bencana bagi penghuni nya.

Dengan dua info ini, saya kembali memeriksa BaZi yang tadi cuma saya perhatikan sekilas. Dari sana terbuka jelas, mengapa tuan Hasan ini dalam waktu yang begitu singkat memperoleh kekayaan yang begitu besar. Ia merupakan sosok yang sangat ambisius dan sangat cerdik (bisa dikatakan licik). Segala cara ia halalkan demi mendapatkan keinginan nya, mulai dari menipu, mencuri bahkan terang-terangan merampas apa yang bukan hak nya melalui pemalsuan demi pemalsuan. Dari metode kasar memicu peperangan, sampai metode halus memohon sambil berlutut berlinang airmata, bisa ia lakukan untuk memperoleh tujuan nya. Dalam hati saya selalu menjuluki nya sebagai Liu Bei modern. Bermuka tebal dan hitam.

Ketika itu, saya menyarankan dua hal saja. Pertama, untuk menghentikan praktek-praktek kotor pada bisnis nya. Secepatnya menyelesaikan persengketaan yang ada dengan tuntas sebelum memasuki tahun kambing. Kedua, pindah dari rumah tersebut, untuk setidaknya satu tahun saja, boleh menempati kembali di tahun-tahun berikut nya. Dua hal ini ia berjanji kepada saya, untuk melakukan nya.

Saya pun pamit dan kami berpisah jalan.

Pada tahun itu, sebenarnya ada beberapa kasus besar yang dapat dikatakan sebagai persengketaan yang terjadi, karena tuan Hasan ini melalukan beberapa trik untuk mencomot perusahaan dan aset pihak lain. Ketika ia merasa berada di atas angin, dikarenakan kepala polisi merupakan teman baik nya. Sedangkan saingan nya hanya memiliki hubungan dengan wakil kepala polisi tersebut. Maka ia tidak merasa perlu untuk menuntaskan masalah ini, lagipula ia sangat aman, buat apa menyerahkan hal yang sudah dalam genggaman nya? Sedangkan untuk rumah, ia juga menganggap rumah megah itu sebagai pelambang gengsi dan wajah nya, mana mungkin ia tinggalkan?

Kemudian. Awal tahun berikutnya, di musim semi. Terjadi pergantian Kepala Polisi. Akibat berbagai polemik yang ada, diputuskan bahwa pengganti kepala polisi ini adalah yang saat itu menjabat sebagai wakil nya. Seketika keadaan berbalik 180 derajat. Dari yang kuat menjadi lemah, dari yang menindas menjadi tertindas.

Kasus sengketa dan penipuan ini dibuka kembali. Ia dituntut pidana dan menjadi buronan. Saya pada akhirnya mengetahui kisah ini lewat cerita tuan Hasan sendiri. Ia menelpon saya dari luar negri, tempat ia melarikan diri menjadi buronan. Ketika itu saya berkata kepada nya, sungguh disayangkan ia tidak mengindahkan saran saya. Saat ia tidak mengindahkan saran saya untuk meninggalkan rumah tersebut, akhirnya destiny lah yang memaksa ia untuk pindah. Saat ia tidak mengindahkan saran saya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, pada akhirnya destiny lah yang dengan cara nya sendiri membantu ia menyelesaikan segala persengketaan yang ada.

Sebenar nya, secara level destiny, peristiwa tahun itu hanyalah hal kecil. Musibah kecil yang seharusnya bisa dihindari. Namun bencana tersebut diperbesar oleh perbuatan tuan Hasan yang tidak menghiraukan norma dan prinsip kebenaran yang ada. Inilah mengapa, saya selalu memberitahukan kepad siapapun, saat bingung untuk memilih jalan, setidaknya pilihlah jalan yang benar.

Salam.

About

View all posts by

One thought on “Principal of Act

  1. Please reply our email…just like our story, David vs Goliath,,,Blessing in Disguise…and right now is in progress…really Need Advice , Guidance from ko Andrie…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *