Reading Period

images (6)
Dear Readers,

Ketika seseorang mendatangi sebuah tempat praktek Destiny reading, biasanya mereka diberikan 3 buah pilihan reading. Pertama adalah reading global, perjalanan seumur hidup. Kedua adalah reading tahunan. Dan yang terakhir adalah reading per case, dimana si klien menanyakan sebuah masalah spesifik untuk ditelusuri dengan lebih dalam.
Berdasarkan tingkat kesulitan nya, reading global adalah yang paling simple karena si reader hanya cukup mengamati secara umum saja. Reading tahunan memiliki tingkat kesulitan yang medium, karena selain menyelami selapis lebih dalam lagi, sang reader juga harus memperhatikan perubahan tahunan dan interaksinya dengan periode yang bersangkutan. Sedangkan reading per case, merupakan reading paling sulit sebab sang reader harus bisa menyelam sampai ke titik kejadian perbulan, atau bahkan perhari. Tentu akan jauh lebih banyak lagi parameter yang harus ia pertimbangkan.

Secara pribadi, saya tidak menyarankan seorang klien untuk melakukan reading global. Selain dikarenakan hasil pembacaan nya yang agak buram, ia juga tidak spesifik. Reading global dilakukan hanya untuk menilai level seseorang saja, baik dr wealth, personality, dsb nya. Namun faktor yang lebih penting adalah, dikarenakan dunia yang berubah sangat cepat pada zaman sekarang ini, sehingga setahun saja mengalami periode baik atau pun buruk, sudah bisa mengubah kehidupan seseorang secara keseluruhan.
Ada banyak kasus yang melatarbelakangi artikel kali ini diterbitkan, yang membentuk opini saya tentang reading ini. Namun salah satu yang paling berkesan adalah kasus yang akan saya ceritakan kali ini. Peristiwa ini terjadi pada tahun-tahun awal saya praktek destiny reading.
Saya cukup beruntung, karena nama besar dan rekomendasi guru, saya mendapatkan kepercayaan dari publik dalam hal destiny reading, terlepas dari usia saya yang masih muda ketika itu. Kasus demi kasus saya tangani dengan cukup baik, sehingga selangkah demi selangkah saya membangun reputasi saya pada kota tempat saya berpraktek tersebut.
Pada suatu hari, salah seorang kenalan datang untuk menanyakan Ba Zi dari anak nya. Sang ayah datang, untuk menanyakan perihal jodoh sang anak. Maka saya pun memplot data yang diberikan, mengamati sejenak, lalu bertanya, “Apakah yang hendak anda tanyakan?”
Sang ayah menjawab, “Kedatangan saya untuk menanyakan mengenai jodoh anak sulung saya ini. Bernama Asiong. Menurut anda, kapankah periode ia menikah? Apakah bisa menikah di tahun depan?”
Pertanyaan ini mungkin biasa saja bagi mereka yang mendengarnya. Namun saya menangkap ada sesuatu pada perkataan sang Ayah, mengenai ‘tahun depan’ tersebut. Saya lalu bertanya, “Mengapa anda menanyakan tahun depan? Apakah anda memiliki sebuah pengharapan atau keinginan lain nya yang membuat pernikahan ini harus dilangsungkan di tahun depan?”
Si Ayah terdiam sejenak, kemudian ia pun mengeluarkan selembar kertas berisi Ba Zi report. Disana tertuliskan chart yang sama dengan chart yang sedang saya pegang. Ternyata kertas tersebut berisikan destiny report Asiong, yang dituliskan oleh seorang reader terkenal dari China. Yang memiliki reputasi baik, dan silsilah yang sudah cukup panjang. Pada report tersebut tertuliskan perjalanan seumur hidup dari Asiong, kapan ia menikah, kapan ia berkarir, kapan ia pensiun, bagaimana kondisi anak istri, dsb nya.
Kebetulan menurut report tersebut, Asiong akan menikah di tahun depan. Maka sang ayah pun berkata, “Seperti yang anda lihat pada report ini, anak saya dikatakan akan menikah di tahun depan. Namun sampai akhir tahun ini, ia sama sekali belum memiliki pasangan? Saya kawatir pertama jika pernikahan berlangsung dalam waktu yang begitu singkat, jangan-jangan pernikahan tersebut ada unsur paksaan, atau lebih buruk bisa saja ia menghamili anak orang. Yang kedua, jika tahun depan ia melewatkan kesempatan menikah tersebut, jangan-jangan ia tidak memiliki jodoh lagi? Bagaimana menurut anda? Bulan kapan dan bagaimana sebenar nya jodoh anak saya?”
“Tuan, berdasar pengamatan saya, yang kita harus perhatikan pada tahun depan, bukanlah mengenai pernikahan ini.” Saya menjawab. “Bukan pula mengenai ia yang akan menghamili seseorang. Namun berdasarkan Ba Zi yang anda berikan, di tahun depan, anak anda haruslah berhati-hati akan ancaman kematian. Kematian ini berasal dari Tao Hua, akibat seorang wanita.”
Perkataan saya ini sungguh mengagetkan si Ayah ini. Pengharapan nya datang adalah untuk diberi titik terang kapan ia bisa mendapatkan seorang menantu dan cucu. Tetapi hasil berbeda pula yang saya utarakan, sangat kontras sekali dibanding hasil perhitungan reading dari China tersebut. Dari menikah dan membina keluarga, menjadi bahaya kematian akibat wanita. Namun Ayah Asiong mengenal saya cukup dekat, ia sering sekali melihat bagaimana ketepatan perhitungan saya dalam Ba Zi. Hal ini membuat nya pucat, dan kemudian bertanya, “Apakah anda tidak salah? Lalu kami harus bagaimana?”
“Tuan, saya secara pribadi juga sangat berharap bahwa saya salah dalam melakukan perhitungan ini. Begini saja, bisakah anda meminta agar sepanjang tahun depan, agar anak anda menghindari asmara? Jika bisa, jangan berhubungan dengan seorang wanita pun dengan dekat, selain ibu dan saudari nya. Jika ia bisa bertahan setahun saja, maka peluang terjadi nya bencana ini akan menghilang.”
Sebagai seorang ayah yang sangat menyayangi anak nya, ia pun menyanggupi hal ini. Berjanji sepulang nya nanti akan memberitahukan semua kepada anak nya, dan mewaspadai setiap gerak gerik sang anak pada tahun yang bersangkutan.
Namun kejadian selanjutnya cukup mengguncang.
Pada tahun tersebut, Asiong setelah mendengarkan cerita dari sang ayah, benar-benar mengikuti saran saya dengan tekun. Selama setahun penuh ia menghindari hubungan dengan wanita. Ia tidak berpacaran, ia juga tidak bepergian bersama wanita selain ibu dan saudari nya. Akhirnya sampailah pada tanggal 27 bulan 12 kalendar China. 4 hari lagi akan memasuki tahun yang baru, dan bencana ini sudah semakin dekat dengan masa expired nya. Pada tanggal 27 tersebut, karena Asiong tinggal di luar kota, maka sebelum nya beberapa teman nya sudah datang dan mengajak nya untuk berangkat ke Ibukota, untuk melancong sekaligus berbelanja keperluan tahun baru seperti pakaian dan sebagai nya. Asiong menyanggupi, lalu janji pun disepakatai untuk berangkat pada tanggal 27.
Pagi hari tanggal 27 tersebut, tak seperti biasa nya, Asiong telat bangun. KEtika teman-teman nya sampai di depan rumah untuk menjemputnya, ia juga belum terjaga. Melihat hal ini, sang ayah pun berkata sudahlah, biarkan saja ia beristirahat, dan hendak membatalkan kepergian Asiong kepada teman-teman nya. Namun sang ibu bersikeras, mengatakan bahwa sang anak telah berjanji, maka haruslah menepati nya. Sang ibu pun membangunkan Asiong, setelah bersiap-siap dan berkemas, sang anak pun berangkat.
Setelah melancong dan berbelanja selama 2 hari di ibu kota propinsi tersebut. Maka tanggal 29, rombongan ini pun berencana untuk pulang. Mereka berangkat bertiga, mengendarai mobil sendiri, jenis sedan. Tapi ada sedikit berbeda pada perjalanan pulang ini, pacar salah seorang teman nya yang bekerja ke ibukota, kebetulan hendak menumpang untuk ikut pulang ke kota nya. Asiong tinggal di kota T. Berpesiar ke kota M. Maka tempat tinggal sang pacar ini adalah kota S. Normal nya, kota S terletak diantara kota T dan M. Maka tidak ada masalah, mereka pun mengantarkan wanita yang merupakan pacar teman nya tersebut untuk pulang dulu ke kota S. Pada perjalanan menuju kota S ini, Asiong duduk di sebelah kursi pengemudi, sedangkan dibelakang sang Teman duduk bersama pacar nya.
Maka sampailah mereka di kota S. Sang wanita pun turun, dan mereka bersiap untuk pulang ke kota T. Sebelum perjalanan pulang ini, entah angin apa, Asiong bersikeras untuk duduk di belakang. Tanpa bisa ditawar. Jika ia tidak duduk di belakang, ia tidak hendak ikut pulang. Maka kursipun bertukar, kedua teman nya duduk di depan, sedangkan bangku belakang hanya diisi oleh Asiong seorang. Pada tengah perjalanan, ternyata jalur alternatif yang menghubungkan kota S dan T sedang rusak, dan ditutup karena ada perbaikan jalan. Terpaksa hal ini membuat perjalanan bertambah jauh, sebab mereka harus memutar jauh. Karena perputaran yang membuat perjalanan mereka terlambat sekitar 3 jam ini, maka mau tak mau si pengemudi pun memacu gas, mengebut agar bisa tiba di tujuan secepat nya.
Naas tak dapat dihindari, saat mobil sedang melaju kencang di jalan penghubung antar propinsi tersebut, tiba-tiba beberapa anak-anak menyebrang di jalanan yang terlihat lengang tersebut. Untuk menghindari tabrakan ini, refleks pengemudia sedan tersebut membanting stir, membuat mobil slip dan terseret. Pada saat yang bersamaan pula, terdapat sebuah traktor alat berat yang berfungsi meratakan jalan sedang parkir di bahu jalan. Mobil yang kehilangan kontrol tersebut tanpa ampun menabrak alat berat ini. Namun yang sangat aneh nya, sedang tersebut menabrak dengan posisi menyamping, dimana hasil yang terjadi adalah dari bangku belakang sampai ke bagian belakang mobil, hancur lebur. Namun mereka yang di kursi depan sampai bagian depan mobil, selamat tanpa ada luka berarti. Hal ini membuat Asiong meninggal seketika di tempat kecelakaan tersebut, sedangkan kedua teman nya selamat. Kejadian ini menggemparkan mereka yang mendengar nya, dan membuat heboh mereka yang mengetahui latar belakang nya.
Mari kita kesampingkan pengaruh Tao Hua yang menyebabkan kematian, sebab saya sudah sering membahas nya. Namun inti dari cerita kali ini, bukanlah karena reader terkenal dari CHina tersebut yang keliru menganalisa. Bukan pula karena saya lebih tinggi dalam keilmuan ini. Namun, perbedaan nya terletak pada periodik pembacaan sebuah Ba Zi. Pada dunia yang demikian cepat nya sekarang, pembacaan 5 tahun bukanlah menjadi prioritas yang tepat lagi. Setahun saja periode yang baik, bisa menciptakan seorang raja. Namun sebaliknya setahun saja periode buruk, bisa pula menghasilkan kebangkrutan. Dulu, pada sebuah Ba Zi kematian terlihat begitu jelas pada periode 5 tahunan. Namun pada zaman sekarang, agak nya telah bergeser. Banyak kematian yang tidak tampak pada periode 5 tahunan (Usia nya belum habis), namun telah meninggal hanya karena tidak bisa melewati musibah yang datang pada periode tahunan.
Demikian, semoga artikel ini bisa menjadi bahan acuan sebagai tambahan pengalaman bagi kita semua.
Salam.

About

View all posts by

3 thoughts on “Reading Period

    1. Dear Angga,

      Jawaban nya tidak. Harus selalu dipandang sebagai sebuah kesatuan.
      Rahasia pembacaan bulanan terletak pada pembagian musim, dan 24 Solar Term.

  1. Andrie, bagaimana pemilihan pilar waktu? Apakah disesuaikan dengan jam lahir di tempat atau harus menghitung waktu seperti GMT+ ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *