A Millioner’s Daughter

images (7)

Dear Readers,

 Persoalan hidup dan mati sering sekali menjadi pembahasan pada destiny reading. Seorang reader yang qualified bisa mengetahui saat kematian seseorang berdasarkan Ba Zi yang diberikan kepada nya. Saya pribadi banyak sekali dihadapkan pada pembacaan seperti ini, bahkan Suatu hari nanti, saya bercita-cita untuk mengupas masalah kematian ini dengan lebih lengkap pada satu buku terpisah agar bisa menjadi sebuah pedoman bagi para reader di masa mendatang. Sebab terkadang tuntunan seorang reader sangat diperlukan pada kasus-kasus ekstrem seperti yang akan saya ceritakan nanti.
 
Saya selalu menganalogikan kematian seseorang seperti sebatang lilin yang padam. Lilin yang padam dapat disebabkan oleh dua hal, pertama adalah tiupan angin. Sedangkan yang kedua karena memang lilin nya telah habis terbakar.
 

Pada kasus lilin yang habis terbakar, tidak ada yang bisa menolong lagi, sebab memang usia seseorang itu telah habis dijalani. Sedangkan pada kasus tiupan angin, meski lilin nya masih ada, namun karena musibah tertentu, usia seseorang bisa terputus.

 

Seorang reader harus jeli memperhatikan dan membedakan kedua hal ini. Perhatikan sekuat apa level musibah yang akan terjadi, perhatikan dari sisi mana musibah tersebut akan terjadi, maka akan bisa didapatkan sebuah kesimpulan yang berguna untuk menolong sang klien.

 

Pada awal 2011 kemarin, saya menerima sebuah telepon sambungan langsung internasional. Kode +65 yang berarti sambungan telepon dari Singapore. Yang menelpon memperkenalkan diri sebagai Mr. Lau, ia mendapatkan no contact saya dari seorang klien, dan menelpon saya pada hari tersebut untuk berkonsultasi mengenai ponakan nya, berusia 9 tahun, bernama Rine. Ia menceritakan bahwa sang ponakan sedang berbaring di ruang ICU RS di Singapore, dalam kondisi koma.

 

Setelah memplot Ba Zi nya, saya memberitahukan kepada Mr Lau bahwa anak ini sedang dalam kondisi tak stabil akibat penyakit yang menyerang jantung dan liver nya.

 

Mendengar hal ini, Mr Lau terkejut, lalu ia bercerita tentang kejadian sesungguh nya.

 

Sang ponakan berdiam dalam kondisi koma setelah mengalami pembedahan jantung yang cukup kompleks. Awal nya ia terkena penyakit kawasaki, penyakit auto imun yang menyerang sistem kekebalan tubuh, namun entah bagaimana (saya tidak bertanya lebih lanjut), virus tersebut menyerang sampai ke berbagai organ, dan yang paling parah adalah pada jantung nya. Hal ini membuat team dokter yang menangani nya memutuskan untuk membedah jantung nya, menguras seluruh darah dan virus yang berada di dalam nya (kira-kira ini yang saya tangkap dari penjelasan sang paman).

 

Maka dilakukan lah operasi tersebut, jantung Rine dikeluarkan lalu dirposes sesuai prosedur kedokteran. Sementara jantung tersebut diluar tubuh, darah Rine dipompa menggunakan mesin pengganti jantung. Setelah selesai proses pemurnian, dokter pun mencoba menghidupkan kembali jantung asli yang saat ini berada diluar tubuh tersebut, namun sama sekali tak muncul detakan dari jantung tersebut. Saat team dokter yang terdiri dari 17 orang itu berusaha keras untuk merangsang jantung tersebut keluarga Rine pun mencari berbagai destiny reader yang terkenal. Mulai reader Singapore, sampai reader Malaysia, seluruh reader yang mereka cari berkesimpulan sama, bahwa ajal Rine telah tiba, Ba Zi nya telah kehilangan cahaya dan mustahil jantung tersebut bisa dihidupkan lagi.

 

Ketika itu 3 hari telah berlalu semenjak operasi tersebut, hingga akhir nya kasus ini sampai ke tangan saya.

 

Entah mengapa, kali ini setelah memperhatikan Ba Zi nya, saya menjadi saty-satunya reader yang berkata berbeda. Bahwa meskipun saat ini Rine dalam kondisi koma, namun nyawa nya masih belum putus.

 

Mr Lau kemudian bertanya, “Menurut anda, kapankah kita bisa melihat kemajuan pada kondisi kesehatan nya?”

 

“Mr Lau, sebelum kita berbicara mengenai kesembuhan nya, ada baiknya kita terlebih dahulu membahas, kapan jantung si anak akan berdetak kembali.” Saya menjawab. “Tapi sebelum nya, saya ingin bertanya kepada anda, apakah orang tua nya memiliki uang?”

 

Mr Lau kaget sejenak, kemungkinan ia mengartikan bahwa saya akan membicarakan tarif. Ia menjawab, “Ya master, orang tua nya cukup berada. Namun jika boleh saya bertanya, berapa tarif yang master hendak kenakan?”

 

Mendengar hal itu, saya buru-buru menyangkal, “Bukan, bukan. Maksud saya menanyakan hal ini, bukanlah mengenai tarif. Sebab berdasarkan cerita anda dan Ba Zi si anak, saya melihat bahwa jantung si anak akan berdetak kembali 3 hari lagi, pada hari senin. Tujuan saya bertanya adalah karena saya tahu bahwa biaya perhari saja untuk mempertahankan si anak ini sangat besar. Takutnya si orang tua kelabakan akan biaya nya.”

 

17 orang team dokter yang terdiri dari professor dan spesialist, ditambah dengan peralatan lengkap yang serba canggih. Kita semua tentu bisa membayangkan betapa besar biaya yang dibutuhkan ini.

 

“Oh, tidak ada masalah akan hal itu master. Saya tidak bisa bercerita sekaya apa orang tua nya namun kira-kira di Singapore ia memiliki beberapa unit Lambhorgini dan Ferrari. Sehingga saya kira tidak ada masalah dengan perpanjangan masa perawatan di ICU ini.” Jawab Mr Lau meyakinkan saya.

 

“Kalau Mr Lau berkata seperti itu, mohon minta orang tua nya untuk bersabar menunggu sampai hari senin.” Saya pun membuat keputusan.

 

Setelah berterima kasih dan mengatakan akan menginformasikan ke orang tua Rine, Mr Lau pun berpamitan, menutup telepon.

 

Pada hari senin itu, muncul keajaiban. Jantung Rine benar-benar berdetak. 8 kali denyutan dalam waktu semenit. Setiap anggota keluarga merasa sangat gembira dan takjub. Mr Lau buru-buru menghubungi saya kembali, “Master! Baru saja jantung Rine telah berdetak kembali. 8 kali denyutan per menit!”

 

Saya ikut gembira mendengarkan kabar ini, dan mengucapkan selamat pada Mr Lau.

 

“Menurut master, bagaimana kondisi Rine untuk besok?”

 

Saya mengatakan bahwa kondisi nya akan lebih maju lagi, dan tentu nya denyut jantung nya akan lebih banyak dan lebih stabil.

 

Keesokan hari nya, Mr Lau menelpon saya kembali, dan berkata pada hari ini, denyut jantung Rine telah meningkat ke angka 20-30an kali permenit. Saya pun sekali lagi mengucapkan selamat kepada Mr Lau, dan memesankan semoga team dokter tersebut dapat menindaklanjuti perkembangan baik ini. Kasus pun saya tutup dan anggap selesai.

 

Tetapi malam itu, lagi-lagi telepon saya berdering, nomer telepon Mr Lau tertera di layar. Dengan was-was saya mengangkat telepon, siapa tahu tiba-tiba kondisi Rine berubah menjadi kritis.

 

Ternyata Mr Lau memberikan laporan baik. Karena perkembangan jantung Rine yang telah cukup kuat, maka team dokter pun telah menentukan jadwal operasi untuk memasukkan kembali jantung tersebut ke tubuh sang pasien.

 

“Master, menurut anda, bagaimana chance keberhasilan operasi yang akan diadakan hari kamis ini?” Tanya Mr Lau.

 

Setelah menilik chart Rine sejenak, saya berkata, “Mr Lau, pertama-tama saya ingin memberitahukan kepada anda bahwa operasi ini tidak akan dilangsungkan pada hari kamis ini. Karena menurut Ba Zi Rine, sama sekali tidak terlihat kecenderungan ini. Malah menurut Ba Zi nya, operasi tersebut akan berlangsung pada hari Jumat.”

 

Mr Lau membalas, “Master, saya ragu bahwa operasi ini akan ditunda lagi. Sebab ini termasuk operasi besar, semua team dokter dan peralatam telah direncanakan dan dipersiapkan untuk hari itu. Namun tak apa, sampai disini saja saya menganggap bahwa Master adalah sosok yang sangat qualified pada bidang destiny reading.”

 

Merenung sejenak, saya kemudian berkata, “Mr Lau, saya pun tak bisa berkomentar apapun mengenai hal ini. Namun, saya hanya bisa menginformasikan, apakah operasi tersebut dilaksanakan pada hari kamis, ataupun jumat, anak ini akan sadar kembali pada hari sabtu. Saya juga ikut menitipkan doa untuk kesuksesan operasi ini.”

 

Maka percakapan telepon itu pun berakhir disana. Saya kembali melaksanakan berbagai kesibukan saya, tapi terkadang muncul juga rasa penasaran akan kelangsungan kasus Rine ini.

 

Hari kamis tiba, jumat pun berlalu. Hingga pada akhirnya pada hari Sabtu sore, saya menerima kembali telepon dari Mr Lau. “Master, terima kasih banyak! Tadi pagi Rine telah sadar kembali, tampak nya kondisi kritis nya telah lewat. Menurut team dokter, kita bisa mengharapkan hal yang optimis ke depan nya.” Ia kemudian menambahkan, “Namun master, saya tak habis pikir. Operasi pada hari Kamis benar-benar ditunda, dikarenakan kurang nya peralatan. Operasi akhirnya dilakukan pada hari Jumat. Master, sungguh anda adalah sosok yang luar biasa! Jika anda tidak keberatan, saya ingin bertemu langsung dengan anda.”

 

Saya pun ikut tertawa senang dan mempersilahkan nya untuk berkunjung ke Medan jika ada waktu.

 

Sekitar seminggu kemudian, Mr Lau datang ke Medan. Menemui saya dan menyodorkan sebungkus besar uang yang sangat tebal, ia berkata bahwa itu adalah uang perkenalan. Saya menolak bungkusan besar tersebut, dan menyarankan agar ia menyumbangkan saja uang tersebut atas nama Rine.

 

Pada hari yang berbahagia itu, saya mendapatkan seorang teman dan pengalaman baru lagi lewat destiny reading.

About

View all posts by

One thought on “A Millioner’s Daughter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *