Betting on wealth period

images (8)

Dear Readers,

Musim semi, atau quarter pertama tahun ini telah kita lalui bersama. Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, tahun ini menjadi tahun yang penuh tanta gan dan kekacauan. Karena terjadi nya pergantian rezim, maka banyak perubahan yang terjadi dan berefek pada resistensi berbagai sektor. Salah satu nya adalah perlambatan ekonomi. Dan memang sedari dulu, Indonesia tidak terlalu menyukai musim semi dan musim panas. Perlambatan ekonomi ini banyak memakan korban, hampir semua klien yang saya kenal mengeluh akan hal ini. Beberapa klien yang survive dan bahkan merasa tahun ini sangat baik, salah satunya adalah mereka yang berprofesi sebagai pengacara dan advokat, karena mereka mendapatkan job tak henti2 akibat banyak nya sengketa dan perselisihan di tahun ini.

Artikel kali ini juga ditulis dengan latar belakang perlambatan ekonomi ini. Pada suatu hari diakhir tahun kuda, seorang klien yang merupakan kepala perkumpulan sebuah marga datang ke kantor saya. Ini merupakan kebiasaan yang umum dilakukan oleh orang China, dengan bantuan seorang destiny reader yang capable, memeriksa bagaimana kondisi tahun yang akan datang. Jika tahun yang akan datang baik, maka akan membuat mereka tidak ragu untuk berlari lebih kencang. Namun jika tahun yang baru itu tidak baik, maka mereka akan mengerem semua rencana investasi dan ekspansi, bahkan juga akan mencari tahu, bulan apa dan bencana apa yang akan datang.

Kedatangan tuan Huang adalah hal yang normal saja bagi saya sebagai seorang reader langganan nya. Namun pada tahun ini, ada sesuatu yang cukup unik. Dikarenakan setelah selesai sesi konsultasi mengenai diri nya dan keluarga dekat nya, tiba-tiba tuan Huang menyodorkan secarik kertas kepada saya. Kertas apakah ini? Mari sejenak kita melihat cerita ini dari sudut pandang yang lain.

Tuan Chen adalah seorang pria paruh baya beranak 6. Dulu nya ia bekerja sebagai seorang guru bahasa mandarin di sekolah. Kemudian, dikarenakan ia melihat potensi yang lebih baik, maka ia memutuskan untuk membuka kursus privat. Namun pada dasar nya, tuan Chen ini adalah orang yang lurus namun agak kaku, sehingga pendapatan nya juga tetap pas-pas an. Idealisme nya sering membuat nya menggratiskan murid yang ia senangi, entah yang berbakat, atau yang miskin namun punya kemauan belajar.

Dibalik itu, tuan Chen ini adalah seorang yang memiliki pemahaman akan seni China kuno. Terutama pada bidang Ba Zi reading, ia memiliki pengetahuan yang bisa dikatakan cukup mumpuni. Namun pergaulan nya yang tertutup dan juga kesibukan nya sebagai seorang pengajar, membuat nya tidak pernah membuka praktek reading sampai hari ini. Suatu hari, pada awal tahun kuda, ia membaca peruntungan diri sendiri untuk tahun yang berlangsung. Ia menemukan bahwa pada tahun yang bersangkutan ia akan terkena bencana sakit yang selain menghentikan pendapatan nya, ia juga akan menghabiskan banyak sekali biaya. Namun aneh nya, tahun depan nya, di tahun kambing, ia juga mulai akan memasuki periode wealth yang seumur hidup baru ia jalani sekarang.

Sebagai seorang reader yang kurang pengalaman, ia tidak jelas kapan bencana itu akan datang. Maka ia pun melalui satu tahun itu dengan rasa was-was. Musim semi berlalu, kemudian musim panas pun berlalu lagi tanpa ada kejadian apapun. Baru saja tuan Chen merasa lega, begitu memasuki musim gugur, tiba-tiba ia terkena penyakit komplikasi paru-paru. Ia menginap di ruang ICU selama kurang lebih 1 minggu, lalu dilanjutkan rawat inap selama 1 minggu lagi. Meskipun penyakit yang ia derita ini tidak fatal sampai membahayakan nyawa nya, namun penyakit ini membuat nya harus beristirahat selama hampir seluruh musim gugur itu. Menjelang akhir musim gugur, ia baru bisa mulai mengajar kembali. Ketika ia sembuh total, kondisi keuangan keluarga lah yang menjadi morat marit. Ada 8 mulut yang harus ia beri makan dan biayai, kemudian juga ada biaya cicilan rumah yang telah menanti. Sedangkan simpanan untuk berjaga-jaga telah habis ia keluarkan untuk biaya berobat malah ia masih berhutang kartu kredit cukup banyak pula untuk menutupi kekurangan pengeluaran mendadak tersebut.

Melihat kondisi yang serba susah ini, maka akhirnya pun ia memutuskan untuk mencari pinjaman. Setelah dihitung2, ia mebutuhkan 50jt rupiah untuk membalancekan defisit, menutupi semua beban cicilan, bahkan untuk membuka kembali kursus nya yang terbengkalai selama 3 bulan. Ia mencari kesana kemari, namun dikarenakan kondisi ekonomi global yang memang lesu pada tahun kuda itu, tidak ada seorang pun kenalan nya yang berani meminjamkan jumlah tersebutlah.

Saat ia tengah kebingunan, istrinya yang bermarga Huang teringat bahwa ada seorang kerabat nya pernah meminjam uang dari tuan Huang yang merupakan kepala perkumpulan marga mereka. Tuan Huang adalah seorang pengusaha yang sangat sukses, beranjak dari orang miskin dan melarat, berhasil menumpuk kekayaan sampai tak habis dimakan 7 turunan. Karena nya ia memiliki reputasi yang sangat baik di kota tempat tinggal nya.

Namun sebagai orang kaya dengan kerja keras sendiri, seperti kebanyakan orang sejenis nya, tuan Huang bukanlah pribadi yang sederhana bahkan cenderung nyentrik. Setiap orang yang ingin meminjam uang dari nya, dikenakan 3 syarat. Pertama, jika berani meminjam, harus juga punya nyali untuk mengembalikan. Kedua, harus jelas tgl dan bulan pengembalian. Ketiga, harus ada orang yang menjamin. Ketiga syarat ini berlaku bagi pinjaman di bawah 20jt. Sedangkan jika hendak meminjam diatas 20jt, maka sebagai orang yang mempercayai Ming, tuan Huang memberlakukan sebuah syarat spesial lagi, yaitu harus menyertakan Ba Zi untuk diperiksa apakah cerita nya sesuai, dan yang terpenting apakah bisa mengembalikan pinjaman tersebut.

Tuan Chen, pada dasar nya tidak terlalu bermasalah dengan semua syarat yang ada. Karena memasuki tahun depan ia telah memasuki periode wealth. Namun karena ia hendak meminjam jumlah yang cukup besar, dan ia juga tidak tahu kapan di tahun depan ia bisa mengembalikan pinjaman tersebut, maka ia mengalami dilema. Namun, ia tetap berusaha meminjam uang tersebut dan memberikan secarik kertas berisi Ba Zi nya kepada tuan Huang. Dan kertas inilah yang pada akhirnya sampai ke tangan saya pada hari konsultasi tersebut.

Setelah menjelaskan singkat situasi nya, tuan Huang berkata, “Tolong anda periksa, apakah benar di tahun ini, pemilik Ba Zi ini benar terkena bencana?”

Saya menjawab, “Benar, pada musim gugur tahun ini terkena bencana dan kehilangan uang banyak. Bencana yang berkaitan dengan penyakit.”

Setelah mendapatkan konfirmasi itu, tuan Huang lalu bertanya kembali, “Orang ini hendak meminjam 50jt kepada saya, menurut anda apakah tahun depan ia bisa mengembalikan nya? Namun jika pun ia bisa mengembalikan nya, jika terlalu lama, saya juga tak akan meminjamkan uang tersebut.”

Setelah mempelajari sejenak Ba Zi tersebut, saya menjawab, “Tuan Huang, pria ini mulai tahun depan akan berjalan pada periode wealth. Yang seumur hidup baru akan ia jalani sekarang. Mengenai pinjaman anda tersebut, tenang saja, tahun depan, sebelum cap go meh (bulan 1 hari ke 15) atau paling lambat 2 hari setelah cap go meh, ia sudah mendapatkan wealth besar ini dan tentu dengan mudah akan bisa mengembalikan uang anda.”

Tahun kambing ini, Li Chun (musim semi) tiba di tanggal 4 februari. Kemudian Yu Shui (rain water), berada di 19 februari bertepatan dengan tahun baru imlek. Saya melihat bahwa wealth yang dimiliki oleh tuan Chen akan cair pada periode setelah Yu Shui dan sebelum Jing Zhe (insect awakening) yang bertepatan pada tgl 16 bulan pertama, sehari setelah cap go meh.

Tuan Huang meskipun telah berkali-kali membuktikan hasil bacaan saya, namun jika menyangkut uang, para orang kaya bisa menjadi sangat tidak rasional. Kemudian berkata, “Apa jaminan anda bahwa ia bisa membayar hutang tersebut? Jika ia tak bisa mengembalikan nya sebelum tanggal yang anda katakan, siapa yang akan bertanggung jawab?”

Mendengar kata-kata yang tak masuk akal dan seakan menantang ini, kebanggaan dan harga diri saya sebagai seorang reader entah mengapa terusik saat itu. Tanpa berpikir panjang saya berkata, “Tuan, jika ia tak bisa mengembalikan nya pada tenggang waktu yang saya berikan, maka saya yang akan bertanggungjawab! Silahkan anda pegang kata-kata saya ini, dan pinjamkanlah ke orang ini sebanyak yang ia butuhkan. Namun mohon jangan ceritakan hal ini kepada yang bersangkutan, untuk mencegah hal yang tak diinginkan.”

Tuan Huang cukup puas dengan tantangan dan jaminan saya ini. Setelah berjabat tangan sepakat, kemudian ia pun pulang.

Selepas pulang nya tuan Huang ini, saya pun duduk merenung. Mengevaluasi secara pribadi semua kata-kata saya sebelum nya. Memang saya tidak pernah meragukan kemampuan dan hasil pembacaan diri pribadi yang dilakukan secara profesional, namun yang saya sesalkan adalah seakan saya melakukan perjudian dengan tuan Huang. Dan hal ini sungguh melecehkan kesakralan seni destiny. Terlepas dari apa yang terjadi, sekarang waktu nya menunggu sampai hari yang bersangkutan tiba.

Tak terasa cap go meh tiba, sehari dua hari berlalu, masih belum ada kabar dari tuan Huang. Menilik dari sifat nya yang blak-blakan dan begitu strict akan uang, seharusnya ia telah mencari saya saat ini jika piutang nya tidak dibayarkan. Seperti ungkapan, No news is a good news, maka seminggu pun berlalu. Minggu depan nya, saya kedatangan seorang tamu yang cukup mengejutkan saya, ia tak lain adalah tuan Chen.

Kedatangan nya bertujuan untuk berkenalan sekaligus berterima kasih kepada saya. Rupanya tuan Huang pada akhirnya jadi meminjamkan uang sejumlah 50jt kepada nya. Dan uang tersebut berhasil dikembalikan nya kira-kira seminggu sebelum cap go meh. Ketika mengembalikan uang tersebut lah, tuan Huang menceritakan tentang saya, dan mengenai pertaruhan kami. Hal itulah yang membuat nya tertarik untuk datang pada hari ini.

Lalu, apakah yang sebenarnya terjadi? Darimana tuan Chen mendapatkan rejeki mendadak? Hal ini juga sungguh unik dan terkesan menakjubkan.

Tuan Chen meminjam uang dari tuan Huang sehari sebelum Xiao Han (minor cold) yang berarti ia memiliki waktu sekitar 60hari untuk mengembalikan pinjaman nya. Setelah menyelesaikan semua kewajiban yang tertunda, tak terasa Li Chun telah tiba, energi tahun kambing juga telah datang. Sehari, dua hari menunggu, sama sekali tak ada gejala kedatangan rejeki mendadak. Tuan Chen menanti sambil berharap dan sekaligus was-was. Bagaimana jika ia salah melakukan reading? Bagaimana jika ternyata sampai cap go meh, belum ada rejeki dan tak bisa membayar hutang? Meski ia meyakinkan diri nya bahwa pastilah tuan Huang sudah memeriksa dan reader tempat ia mengecek juga setuju akan periode wealth nya sudah akan datang, tak bisa dielakkan bahwa Ia melewati hari-hari dengan penuh kecemasan.

Tahun baru imlek yang bertepatan dengan Yu Shui telah tiba, sama sekali tak ada perubahan pada pola rejeki tuan Chen. Kekawatiran nya telah berganti menjadi ketakutan. Semua kenalan telah ia datangi, untuk mencari-cari ada peluang apa yang bisa menghasilkan uang lebih disamping dari rutinitas nya mengajar. Pada hari ke 2 setelah tahun baru imlek, ketika ia berkunjung ke rumah salah satu kerabat jauh untuk bersilaturahmi, kerabat ini kebetulan merupakan seorang yang cukup penting dan memang tiap tahun melakukan open house, mengundang semua rekan bisnis maupun kerabat untuk bersilaturahmi ke rumah nya.

Sampai lah ia ke rumah sang kerabat jauh tersebut. Karena memang tidak terlalu akrab, ia pun berbasa-basi seadanya saja. Niat nya datang ke acara ini sebenar nya hanya satu, mencari mana tahu ada kerabat yang bisa dimintai bantuan untuk menalangi dulu hutang nya pada tuan Huang. Tapi kedatangan nya ke pesta kali ini membuka gerbang baru ke dalam perjalanan Ba Zi nya (ini sebab nya pertemuan dan pergerakan baru kadang diperlukan sebagai katalis). Pada acara tersebut ia bertemu dengan seorang kerabat jauh juga yang berasal dari China. Setelah berbincang sejenak, entah bagaimana ia mendengar bahwa si orang China sedang mencari kayu Gaharu asli Indonesia. Tuan Chen teringat, bahwa dulu ayah nya pernah menyimpan seonggok kayu gaharu, yang beliau dapatkan ketika sedang bekerja membuka lahan perkebunan di sumatera. Ia pun membuat janji untuk membawa kayu tersebut untuk di taksir oleh si orang China.

Keesokan hari nya, ia sangat terkejut karena gaharu yang semula ia sangka bisa memberi nya tambahan uang untuk membayar hutang, ternyata merupakan jenis kualitas super. Dengan per kg nya di hargai 10.000 USD. Berat kayu miliknya adalah 3.2 kg, sehingga ditotal saat transaksi selesai, ia mendapatkan 32.000 USD! Sungguh sebuah rejeki yang tak terduga.

Dengan kedatangan rejeki mendadak yang cukup besar itu, akhir nya hutang kepada tuan Huang terselesaikan. Dan setelah semua urusan nya selesai, ia datang menemui saya untuk berkenalan. Hari itu, saya memberikan nya oleh-oleh tambahan berupa petunjuk penting untuk melakukan reading secara bulanan.

проверка посещаемости сайтах фит братиславскаяtop escort dubaiкилиманджаро мачаме карта

About

View all posts by

3 thoughts on “Betting on wealth period

  1. Artikel yang menambah bekal kehidupan dan memberi harapan untuk orang-orang yang hidup benar dan lurus namun masih dalam tahap menunggu timing. Tidak perlu menggadaikan integritas ataupun mengubah karakter menjadi licik atau tamak hanya demi menjadi kaya, karena ketika periode favourable datang, kekayaan akan datang sendiri dengan cara yang tidak terpikirkan sebelumnya.

  2. Pak Andri, saya minta saran
    chart saya :

    Ren Wu Ren Jia

    Zi Zi Shen Zi

    Saat ini periode Hai, hai clash Shen = elemen gerak, saat ini saya pingin sekali pindah tempat kerja dan pingin punya rumah sendiri.
    Kira2 jika saya pindah ke tempat kerja yang lain bagaimana wealth saya ? karena selama ini (di tempat kerja yg lama) wealth saya lumayan bagus tp banyak sekali menguras tenaga dan pikiran(itu yg membuat saya pingin pindah)… Kalau saya punya usaha sendiri dengan istri bagaimana peluangnya ?? trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *