Rumah yang terlalu “Yang”

Dear readers,

Akhir-akhir ini saya cukup banyak disibukkan oleh persiapan consultation center, yang akan menjadi pusat konsultasi terpadu, dan moment ini juga akan saya manfaatkan sebagai sarana membuka diri, mengubah paradigma selama ini dimana klien yang datang hanya berdasarkan rekomendasi. Pada akhir nya semoga “Tranquility Center” ini akan dapat membantu semakin banyak orang di kota-kota lain.

Tetapi cukup lah membahas soal itu untuk sekarang sampai hari H nya. Beberapa saat yang lalu seorang klien lama menghubungi saya, bercerita bagaimana semenjak ia pindah ke rumah baru nya, sang suami berubah 180 derajat. Rumah tangga di isi dengan pertengkaran dan emosi tinggi. Sebentar saja keluarga yang tadi nya harmonis, tercerai berai dan rumah baru tersebut malah dihindari oleh penghuni nya yang memilih untuk berada diluar.

Segera saja janji untuk bertemu di kediaman mereka dibuat, turun dari pesawat saya di jemput ke site. Begitu menginjak rumah nya, seketika muncul gejolak pada perasaan saya. Emosi saya ikut terombang ambing oleh kesan yang di timbulkan oleh rumah ini. Kalau saya saja yang baru menginjakkan kaki bisa merasa seperti ini, tak heran jika  penghuni rumah nya senantiasa diliputi perselisihan. Mengapa begitu?

Rumah baru tersebut, dibangun dengan konsep minimalis. Sang tuan rumah menyukai sebuah rumah yang ceria dan terang benderang, itulah mengapa ia banyak memakai unsur kaca untuk memasukkan sebanyak2nya cahaya matahari. Dalam effort nya ini, tidak tanggung, ia membuka seperempat bagian dari rumah nya yang berbentuk persegi sebagai void. Cahaya yang terlalu terang, ditambah penggunaan kaca berlebihan menciptkan efek rumah kaca yang membuat rumah tersebut terlalu panas yang meski secara fisik bisa di bohongi dengan ac, tetapi secara energi hal yang sama ttp berlaku. hal yang fatal ini masih saja ditambah dengan interior yang putih polos, mulai dari lantai, dinding, langit2 sampai perabot. Bisa dibayangkan rumah tinggal yang seperti ini pastilah sangat elegant secara design, tapi begitu over brightness secara tinjauan feng shui.

Saya pernah membahas rumah yang terlalu Yin pada artikel lalu. Rumah kali ini merupakan kebalikan nya, ia bersifat terlalu Yang. Jika pada rumah Yin, energi akan mengendap dan stagnan. Pada rumah Yang, energi akan buyar, sama sekali tak bisa mengumpul. Tanpa energi yang mengumpul, maka sang rumah tak memiliki kemampuan mmenyimpan. Baik kekayaan maupun keharmonisan anggota keluarga.

Maka, segera saja saya beri saran untuk menyeimbangkan unsur Yin pada rumah tersebut. Semoga pasca perubahan tersebut, para anggota nya dapat menyesuaikan diri dengan cepat sebelum terjadi kerusakan permanen.

Demikian pembahasan rumah yang terlalu Yang, semoga dapat menjadi pelajaran bersama.

Salam.продвижение сайта раскрутка сайтаушу люблиноhigh class dubai escortтур сафари в серенгети

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *