Ancestral’s Wrath

Dear Readers,

Akhir-akhir ini, banyak peristiwa menarik yang menyita waktu dan perhatian saya, mulai dari beberapa project property yang saya handle secara Feng Shui dan sesuai dugaan medapatkan hasil sangat memuaskan, kemudian juga ada dinamika Pilkada DKI Jakarta sebagai ibukota negara kita yang akan menjadi salah satu katalisator perubahan besar pada wajah negri ini, sampai kepada meditasi-meditasi mendalam untuk mendeteksi waktu, lokasi dan dampak bencana yang akan datang sebentar lagi. Tapi kawatir dan berpusng ria tak adalah guna nya karena itu Mari lah kita simpan pembahasan mengenai kesibukan saya, dan kita fokus pada pelajaran kali ini. :)

Pada sebuah malam beberapa waktu yang lalu, seorang teman menelpon saya, bercerita dengan kawatir bahwa dalam setahun terakhir, para saudari ibu nya, meninggal satu persatu. Total sampai saat ia bercerita kesaya, bibi ketiga nya baru meninggal seminggu yang lalu. Menurut perkataan “orang pintar” akan ada lagi yang menyusul. Sedangkan ibu teman saya ini merupakan 1 dari 2 anggota keluarga wanita yang tersisa. Dapat di mengerti mengapa ia begitu kawatir dan meminta second opinion dari saya, terutama karena “orang pintar” yang di hubungi oleh keluarga mereka tidak dapat menjelaskan apa penyebab dari kejadian ini.

Mendengar hal tersebut, yang pertama saya cek adalah hari kematian masing-masing wanita tersebut (Sayang saya tidak bisa mendapatkan bazi mereka satu persatu), yang memang ada beberapa hari tertentu yang dapat menyeret kematian sanak saudara nya. Ternyata hari kematian dari satu ke yang lain nya termasuk aman, dan tidak bermasalah. Jadi? apa persamaan dari saudari yang tinggal berbeda tempat, berbeda umur dan segala nya? Tiba-tiba masuk sebuah intuisi pada diri saya, yaitu leluhur !

Mereka memiliki garis keturunan yang sama, pada Zhang Su, salah satu dokumen Feng Shui tertua dijelaskan kira-kira (Bagi yang penasaran akan syair asli nya boleh googling aja), bahwa “Setiap manusia mendapatkan tubuh ini dari leluhur nya, dan memiliki tali ikatan ke setiap leluhur nya. Setelah kematian memisahkan mereka, hanya tulang lah yang tersisa. Jika tulang yang tersisa mendapatkan energi yang baik, maka secara gablang dapat dikatakan keturunan nya akan mendapatkan berkah, demikian sebalik nya.”

Segera saya minta agar si teman mengecek kuburan dari leluhur sang ibu.

Beberapa hari kemudian si teman menelpon lagi ternyata kuburan kakek nenek dari ibu nya, atau buyut nya, ditanami singkong oleh penduduk setempat! (Gila kreatif banget itu penduduk). Secara jelas kelihatan bahwa ini lah masalah utama nya. Saya minta ia untuk lakukan segala hal untuk restorasi kembali kuburan tersebut, kemudian melakukan upacara persembahan dan pelimpahan jasa. Dan sampai sekarang kematian beruntun tersebut terhenti.

Dear Readers, meski tidak terlalu fasih dalam Yin Feng Shui seperti salah satu guru saya, tetapi ada beberapa hal tabu yang pantang untuk terjadi pada sebuah kuburan, yaitu Sha. Pada kasus ini site tersebut terkena Sha Kayu, dimana akar-akar tanaman menembus kedalam peti jenazah dan merusak tulang-tulang dan ketentraman penghuni nya.

Kasus kali ini merupakan sebuah bahan pelajaran yang penting, dalam memahami peran leluhur pada diri seseorang. Sekaligus sebuah reminder bagi saya akan sebuah pelajaran yang telah hampir tenggelam pada lautan memori saya.

Salam.заказать контекстную рекламу adwordsсекционные радиаторы отопленияnew york vip escortсезон сафари в танзании

About

View all posts by

3 thoughts on “Ancestral’s Wrath

  1. Jika dikebumikan dengan cara dibakar, apakah ada efek negatif yg mungkin muncul.
    Dan antara:
    1. abu yang disimpan di pot & disembahyangi; dan
    2. abu yang dibuang ke laut, apakah ada efek negatif yg mungkin muncul jg?

    1. Penghancuran Tulang melalui proses pembakaran merupakan cara tercepat melepas ikatan yang ada. Cara ini dapat dikatakan netral sebab energi hidup yang tersisa akan menghilang (sebenar nya praktek Yin Feng Shui mengacu kepada energi hidup, bukan roh), ini mengapa pada Buddhisme, Hinduisme, maupun beberapa ajaran lain di lakukan cara ini untuk melepas unsur keterikatan. :)

      1. Berarti klo begitu, dibakar merupakan cara paling ringkas ya. Lalu abu yg disimpan di pot & disembahyangi, ga efek ada efek apa-apa ya?
        Semisal saya mendonorkan organ dan tubuh saya setelah saya meninggal, bagaimana efeknya dengan “melepas ikatan” itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *